Coba Ternak, Bumi, Tertawa: Cara Sederhana Turunkan Stres

Dian P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Coba Ternak, Bumi, Tertawa: Cara Sederhana Turunkan Stres

Gambar atau konten salah?

Di kota Bandung, suasana kerja yang sangat kompetitif dan jaringan sosial—baik daring maupun luring—kadang terasa melelahkan. Di Indonesia, pencarian pekerjaan yang ketat dapat menguras energi dan memicu stres. Tambahan lagi, upah yang di bawah standar nasional atau daerah, serta ketegangan geopolitik dunia, menambah beban mental bagi banyak orang.

Generasi Gen‑Z, kelompok demografi terbesar di usia produktif, juga merasakan tekanan ini. Menurut Alva Research Center, Gen‑Z lebih rentan mengalami stres dibanding generasi yang lebih tua. Karena itu, berbagai metode terapi yang efektif kini menjadi pilihan untuk meredakan stres.

Metode stress relief yang umum meliputi yoga, journaling, dan olahraga. Namun, ada aktivitas unik yang terbukti secara ilmiah menurunkan tingkat stres. Meskipun terdengar tidak lazim, terapi ini cukup ampuh.

Berikut tiga terapi unik yang dapat membantu menurunkan stres:

  • Memeluk Sapi dan Kambing
  • Earthing atau Grounding
  • Tertawa Lepas

Memeluk sapi dan kambing bukanlah hal baru di Eropa, khususnya di Belanda. Aktivitas ini dikenal dengan istilah koe knuffelen. Di pedesaan Belanda, banyak peternakan yang menawarkan pengalaman ini. Pengunjung biasanya menghabiskan waktu tiga jam untuk berinteraksi dan memeluk hewan-hewan tersebut.

Aktivitas ini juga merambah ke Amerika Serikat. Di Mountain Horse Farm di Naples, New York, pelanggan dapat berinteraksi, memeluk, dan bermain dengan sapi serta kuda seharga $75 per jam atau setara Rp1.291.500,00. Di Arizona, Welcome Home Ranch menawarkan terapi memeluk sapi dan yoga bersama kambing.

Interaksi dengan hewan terbukti menurunkan stres. Sentuhan fisik dengan hewan dapat meningkatkan hormon oksitosin, yang memberi rasa aman. Sapi dan kambing termasuk dalam kategori animal‑assisted therapy (AAT). Sentuhan pada hewan—baik kucing, anjing, maupun ternak—menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

Terapi Earthing atau grounding melibatkan menyentuh permukaan bumi tanpa alas kaki. Metode ini cukup populer di Indonesia. Salah satu figur yang mengenalkannya adalah Gobind Vashdev. Earthing dianggap sebagai cara mendekatkan diri dengan alam untuk menurunkan stres.

Studi dari Journal of Environmental and Public Health menunjukkan bahwa gaya hidup modern menjauhkan manusia dari alam. Hal ini dapat memicu gangguan fisiologis dan kondisi kesehatan yang buruk. Berinteraksi dengan bumi—misalnya berjalan tanpa alas kaki—menjadi metode efektif untuk mengatasi stres kronis, disfungsi sistem saraf otonom, peradangan, dan nyeri.

Terapi lain yang efektif adalah tertawa lepas. Tertawa, bahkan yang dipaksakan, dapat mengurangi stres. Studi dari National Library of Medicine menyatakan bahwa tawa memiliki manfaat fisiologis, psikologis, sosial, spiritual, dan meningkatkan kualitas hidup.

Penelitian juga menunjukkan bahwa tawa spontan—yang dihasilkan oleh rangsangan eksternal atau emosi positif—dan tawa yang diinduksi sendiri memiliki hasil positif yang sama. Otak tidak membedakan keduanya; keduanya tetap dipersepsikan sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan.

Dengan tiga terapi unik ini—memeluk sapi dan kambing, Earthing, dan tertawa lepas—kamu memiliki pilihan yang berbeda untuk menurunkan stres. Menjaga kondisi mental tetap stabil penting bagi semua orang, terutama bagi mereka yang hidup di lingkungan yang penuh tekanan.

Carilah setidaknya satu metode terapi ini dan terapkan secara rutin. Edukasi juga penting; ajak orang di sekitarmu untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental. Semakin banyak yang mengerti dan menerapkan cara-cara sederhana ini, semakin baik kualitas hidup kita semua.

Tekanan kerja dan kehidupan modern memang menuntut kita untuk terus beradaptasi. Namun, dengan memanfaatkan terapi sederhana seperti memeluk hewan, menyentuh bumi, atau tertawa, kita dapat menemukan keseimbangan dan mengurangi beban stres yang menumpuk. Selalu ingat bahwa kesehatan mental seharusnya menjadi prioritas utama, tidak hanya sekadar tambahan dalam rutinitas harian.

stres kerjasosial mediaGen‑Zterapi hewanEarthingtertawa lepaskesehatan mental

Komentar

Memuat komentar...