Cokelat Cadbury 126 Tahun, Dilelang 200-240 Pound, Perang Boer
Gambar atau konten salah?
Cokelat berusia 126 tahun akan dilelang pada 19 Mei 2026. Produk ini bukan sekadar cokelat biasa; ia diyakini menjadi saksi bisu Perang Boer. Barang-barang lawas dengan usia lebih dari satu abad sering menarik perhatian kolektor, bukan hanya karena kelangkaannya, tetapi juga karena cerita sejarah yang terkandung di dalamnya.
Produk cokelat ini dibuat oleh Cadbury, salah satu merek paling dikenal di pasar. Cokelat bersejarah ini berasal dari tahun 1900 dan masih tersimpan bersama kaleng aslinya. Usianya diperkirakan 126 tahun dengan edisi yang dahulu dibuat khusus untuk tentara Inggris pada masa Perang Boer.
Pelelangan ini dijadwalkan oleh Lockdales Auctioneers & Valuers, yang berbasis di Martlesham Heath, Suffolk, Inggris. Pihak rumah lelang memperkirakan koleksi unik tersebut bisa terjual dengan harga sekitar 200 hingga 240 poundsterling atau setara Rp4,7 juta - Rp5,6 juta.
Menurut Chris Elmy, kataloger di Lockdales, keberadaan cokelat dengan isi yang masih utuh merupakan hal yang sangat jarang ditemukan. Elmy menyebut, “walaupun tak lagi menggugah selera, tetapi koleksi ini termasuk benda yang sangat langka.”
Elmy juga menambahkan, “Masyarakat mungkin familiar dengan kaleng Natal Princess Mary dari Perang Dunia Pertama, tetapi edisi Perang Boer ini adalah pendahulunya.”
Cokelat batangan ini memiliki nilai sejarah tinggi karena berkaitan langsung dengan Perang Boer Kedua yang berlangsung antara tahun 1899-1902. Konflik tersebut terjadi antara Kekaisaran Inggris dan dua negara Boer independen yang memperebutkan wilayah di Afrika Selatan.
Pada masa itu, Ratu Victoria memesan ribuan kaleng cokelat untuk diberikan kepada para tentara Inggris yang bertugas di medan perang. Sejumlah perusahaan cokelat ternama Inggris seperti Cadbury, JS Fry, dan Rowntree diminta memproduksi cokelat khusus bagi pasukan kerajaan. Kaleng-kaleng cokelat tersebut dibuat dengan desain istimewa. Pada bagian luar tercetak tulisan “South Africa 1900” sebagai penanda momen perang, selain itu juga ada ucapan yang menyerupai tulisan tangan Ratu Victoria berbunyi “Saya mengucapkan selamat tahun baru.”
Keberadaan cokelat ini menyoroti bagaimana produk makanan sederhana dapat menjadi bagian penting dalam sejarah militer. Bagi kolektor, barang semacam ini menawarkan kombinasi nilai estetika, kelangkaan, dan narasi sejarah yang kuat.
Kesimpulannya, cokelat berusia 126 tahun ini tidak hanya menampilkan rasa klasik, tetapi juga memegang peran sebagai artefak sejarah yang jarang ditemukan, menjadikannya objek menarik bagi para penggemar sejarah dan kolektor barang antik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
