Cuaca ekstrem di Kuningan, 11 bencana tanpa korban jiwa
Gambar atau konten salah?
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan pada Sabtu sore, 28 Maret 2026 menimbulkan bencana di lebih dari satu belas titik. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, hingga Minggu sore, 29 Maret 2026, telah tercatat setidaknya 11 kejadian bencana yang telah diassesmen oleh petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu, menjelaskan bahwa 11 bencana tersebut meliputi tanah longsor dan angin kencang yang memicu pohon tumbang serta rumah ambruk. Meskipun intensitasnya cukup tinggi, ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut.
"Ada 11 titik dengan 1 titik sedang penanganan langsung dan 1 titik sifatnya monitoring ke Cijemit. Dan 1 titik lagi masih proses asesmen di Bayuning kejadiannya longsor, laporannya baru masuk Minggu tadi," tutur Indra pada hari Minggu, 29 Maret 2026.
Data BPBD menunjukkan tanah longsor tersebar di beberapa desa, termasuk Desa Tundagan, Desa Jagara, Desa Karangsari, Desa Darma, Desa Ciherang, dan Desa Cisukadana. Di Desa Jagara, material longsor merusak dua rumah warga. Sementara itu, di Desa Karangsari, longsor memutus akses jalan gang di RT 11 Dusun Segong. Material tanah juga menimpa dapur dan kandang ternak milik seorang warga.
Selain longsor, hujan deras bersamaan dengan angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Ciloa, Desa Karangsari, dan Desa Kadugede. Di Desa Ciloa, pohon asam berukuran besar tumbang menimpa area pemakaman. Di Desa Kadugede, pohon tumbang menutup total akses jalan Lingkar Kadugede – Bayuning.
Banjir melanda wilayah Darma dan Kadugede pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, akibat limpasan air dari Sungai Cisanggarung dan debit hujan tinggi. Meski sempat merendam permukiman, insiden ini dipastikan aman dari korban jiwa.
"Terkait banjir yang terjadi di Darma dan Kadugede itu luapan sungai Cisanggarung dan saluran air yang masuk pemukiman. Itu hanya air limpasan tidak terlalu dalam hanya beberapa senti, juga dan langsung surut kurang dari 1 setengah jam. Tidak sampai ada yang dievakuasi. Sudah kondusif. Tapi ini tetap menjadi perhatian juga," ucap Indra.
BPBD Kuningan masih terus melakukan asesmen mendalam terkait dampak kerusakan di seluruh wilayah terdampak. Petugas BPBD bersama personel Damkar dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material longsor serta batang pohon yang melintang di jalan.
"Yang di Bayuning kemungkinan besok penanganannya. Yang pohon tumbang di Ciloa juga masih belum ditangani karena pohonnya besar banget. Mungkin besok," pungkas Indra.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya koordinasi antara BPBD, damkar, dan warga dalam menghadapi bencana alam. Kesiapsiagaan yang cepat dan kerja sama lintas lembaga membantu mencegah korban jiwa meski terjadi kerusakan material yang signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
