Daging Kurban Tidak Cocok Buat Sate, Butuh Proses 18 Hari

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Daging Kurban Tidak Cocok Buat Sate, Butuh Proses 18 Hari

Gambar atau konten salah?

Daging kurban sering menjadi bahan favorit untuk berbagai hidangan tradisional. Banyak orang mengolahnya menjadi gule, tongseng, gulai, atau semur. Namun, ketika datang ke olahan praktis, sate biasanya menjadi pilihan utama.

Meski daging kambing maupun daging sapi dapat dipotong kecil, ditusuk, diberi bumbu, lalu dibakar, chef Stefu Santoso menegaskan bahwa olahan sate tidak disarankan. Ia menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

Daging kurban sebenarnya tidak boleh langsung dimasak setelah dibagikan. Karena daging yang baru dipotong atau secara logika dikatakan masih terlalu segar, dia akan mempunyai tingkat kekenyalan yang sangat tinggi,” ujar Chef Stefu, Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group.

Ia menambahkan, “Jadi kesalahan utamanya adalah daging kurban tidak bisa dipakai untuk langsung teknik bakar,” sehingga hasilnya akan alot. Chef Stefu menekankan bahwa sate memerlukan daging yang sudah melewati proses pelayuan agar teksturnya lebih baik.

Berbeda dengan sate, wet cooking seperti membuat gulai, tongseng, atau semur dapat membuat daging menjadi lebih lembut. “Karena proses wet cooking itu akan membuat daging menjadi lebih lembut. Serat-serat yang ada di dalam daging akan dihancurkan melalui proses masak yang cukup lama,” jelasnya.

Proses perebusan memungkinkan serat daging hancur, sehingga daging menjadi empuk dan lembut. Chef Stefu menegaskan bahwa jika daging kurban langsung dijadikan sate, hasilnya pasti alot. Ia menambahkan, “Kalau daging kurban itu langsung dijadikan sate, sudah pasti alot. Jenis daging ini butuh waktu atau proses yang namanya pelayuan. Kalau pada kambing, jangka waktunya 18 hari sebenarnya baru bisa dikonsumsi,” tutupnya.

Untuk sapi, binatang yang lebih besar, waktu pelayuan lebih lama lagi. Dengan memahami proses ini, para pengolah dapat memilih metode memasak yang tepat agar daging kurban tetap nikmat.

Kesimpulannya, meski sate populer, daging kurban lebih cocok diproses melalui wet cooking atau menunggu pelayuan minimal 18 hari, terutama pada kambing, agar tekstur tetap lembut dan tidak alot.

Daging kurbansatewet cookingpelayuantekstur lembutkekenyalanproses perebusan

Komentar

Memuat komentar...