Dapur MBG Bersih, Gedung Sekolah Rusak, Kemendikdasmen Tindak
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Majalengka, perbedaan mencolok antara dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bangunan sekolah yang sudah rusak menarik perhatian publik. Foto‑foto yang menampilkan dapur MBG yang bersih dan gedung sekolah yang usang beredar luas di media sosial, memicu perdebatan di kalangan masyarakat.
Reaksi cepat datang dari Kemendikdasmen, yang mengunggah pesan di akun Instagram resminya. Dalam unggahan tersebut, dinyatakan bahwa SDN Gandawesi II akan segera diperbaiki. “SDN Gandawesi II di Majalengka, Jawa Barat, masuk Program Revitalisasi Kemendikdasmen tahun ini untuk memperoleh bantuan peningkatan kelayakan, keamanan, dan kenyamanan sekolah,” tulis akun tersebut.
Program ini termasuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026, yang dirancang untuk menangani kondisi fisik sekolah yang memerlukan perhatian segera. Kemendikdasmen menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya terbatas pada Majalengka, melainkan juga mencakup beberapa sekolah lain di daerah berbeda.
“#SobatBelajar, tiga sekolah di berbagai daerah bersiap menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para murid,” tambah Kemendikdasmen. “SDN Boof di NTT, SDN Gandawesi II di Majalengka, hingga SDN Limbangan 02 di Brebes masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari Kemendikdasmen,” sambungnya.
Diharapkan perbaikan fasilitas ini akan menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa. Selain itu, langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan dengan fasilitas yang layak.
Sejak foto tersebut muncul, publik telah mengekspresikan keprihatinan mereka. Reaksi beragam muncul di berbagai platform, menyoroti ketidaksesuaian antara fasilitas dapur MBG yang memadai dan kondisi gedung sekolah yang menurun.
Dengan masuknya SDN Gandawesi II ke dalam program revitalisasi, diharapkan sekolah tersebut dapat segera mendapatkan perbaikan yang diperlukan. Langkah ini juga menandai upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
