DPD II Golkar Tana Toraja Pilih Appi untuk Musda Sulsel

Surya B. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
DPD II Golkar Tana Toraja Pilih Appi untuk Musda Sulsel

Gambar atau konten salah?

Victor Datuan Batara, Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, menegaskan bahwa dukungan partai di Musda Golkar Sulawesi Selatan kini telah memusatkan perhatian pada Munafri 'Appi' Arifuddin. Ia mengungkapkan hal tersebut pada 28 Mei 2026 saat ditemui di kawasan CPI Makassar.

“Situasi saat ini menjelang Musda, karena informasinya akan digelar setelah Pak Ketum pulang dari Tanah Suci, DPD II tetap solid mendukung satu nama, yaitu Pak Appi,” kata Victor. Ia menegaskan bahwa sebelum Musda, semua kader DPD II sudah sepakat pada satu calon.

Victor juga menyalurkan harapan yang sama dengan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said, yang menginginkan seluruh kader bersatu menghadapi Musda. “Seperti keinginan Pak Plt Ketua DPD I bahwa Golkar harus solid, dan itu memang benar. Kami sudah solid,” ujarnya.

Menurutnya, semua kader Golkar di Sulawesi Selatan memang memiliki kualitas tinggi. Namun, bila dilihat ke depan, Appi dianggap paling tepat memimpin. “Semua kader (figur mencuat) terbaik. Tetapi kalau kita berbicara kekinian dan masa yang akan datang, Pak Appi kami kira yang paling tepat untuk saat ini,” tuturnya.

Victor menilai Appi telah menunjukkan kapasitas dan prestasi politik yang nyata. Ia juga dikenal sebagai sosok yang intens membangun komunikasi dengan seluruh DPD II di Sulsel. “Selama ini Pak Appi intens berkomunikasi dengan seluruh DPD II. Cara komunikasinya enak ke semua, enjoy, bicara faktual sesuai kondisi lapangan. Orangnya juga humble,” ujarnya.

Dalam menilai Appi, Victor menegaskan bahwa dari sisi prestasi, dedikasi, hingga loyalitas terhadap partai, Appi telah memenuhi semua syarat untuk mendapat dukungan penuh. “Jadi jelas dari sisi prestasi, dedikasi, dan loyalitas terbukti, tidak tercela, apa lagi coba? Sudah memenuhi syarat dukungan, apa lagi. Jadi insyaallah akan aklamasi,” katanya.

Victor berharap proses Musda berlangsung adil dan memberi ruang bagi aspirasi kader di daerah. Ia menekankan pentingnya agar kandidat dapat bersaing di arena tanpa intervensi DPP. “Jika perlu, kata dia, kandidat dibiarkan bertarung di arena tanpa intervensi DPP,” jelasnya.

Ia juga mengajak semua ketua dan pengurus DPD II di Sulsel untuk bersatu mendukung figur yang dapat menyatukan kekuatan Golkar. “Kami berharap semua panglima-panglima DPD II yang ada di lapangan ini, ada satu sosok yang bisa menyatukan semua ini sehingga kembali Sulawesi Selatan jadi lumbung golkar,” ucapnya.

Victor mengingat Golkar Sulsel pernah melalui dua Musda yang dipaksakan, yang akhirnya membuat suara partai menurun dan kehilangan kursi ketua DPRD Sulsel. “Golkar pernah melalui dua Musda yang dipaksakan. Hasilnya, suara Golkar mengalami penurunan hingga kehilangan kursi ketua DPRD Sulsel,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa Musda sebelumnya tidak mendengarkan aspirasi rakyat di tingkat kabupaten dan kota. “Tidak pernah mendengarkan negara rumput. Nah sekarang kali ini kenapa tidak? Bercermin dari Musda sebelumnya, boleh dikata itu adalah kehendak DPP. Hasilnya apa? Golkar semakin menurun,” kata Victor.

Victor menyerukan agar DPP mendengarkan aspirasi dari tingkat kabupaten dan kota. “Nah kali ini, ya tolonglah DPP untuk mendengarkan kami juga di tingkat kabupaten kota ini karena kamilah yang panglima-panglima yang sesungguhnya di lapangan. Tolonglah kami untuk didengarkan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kepentingan DPP juga ingin Golkar berjaya di Sulsel, namun ia menekankan bahwa kader di lapangan memiliki hubungan langsung dengan masyarakat. “Kepentingan DPP kan juga ingin Golkar berjaya di Sulsel. Tapi persoalannya adalah kami, bisa dibilang tiap malam tidur dengan masyarakat, rakyat pemilih,” ujarnya.

Arief Rosyid, Plt Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, menegaskan bahwa kader sudah solid menjelang Musda setelah Muhidin melakukan konsolidasi di tiga dapil Sulsel. “Sudah disampaikan bahwa di Sulsel ini insyaallah sudah semua didatangi, sudah guyub, sudah rukun. Sudah tiga Dapil. Sudah datang semua. Jangankan berkumpul di Makassar, beliau, Kak Muhidin yang datang ke DPD-DPD,” kata Arief.

Arief juga menambahkan bahwa Muhidin sering menekankan agar aspirasi dapat disampaikan tanpa menyebut nama calon. “Tapi kan berkali-kali juga Kak Muhidin sampaikan kalau ada aspirasi, boleh. Kriteria, tapi jangan sebut nama. Karena harapannya kan pengen aklamasi. Itu kan sesuatu yang berulang-ulang ini beliau sampaikan,” jelasnya.

Ia memprediksi bahwa jadwal Musda Golkar Sulsel akan diumumkan setelah Bahlil kembali dari berhaji. Persiapan akan dimatangkan awal Juni. “Arief juga memprediksi jadwal Musda Golkar Sulsel akan diterbitkan DPP setelah Bahlil pulang dari berhaji. Persiapan akan dimatangkan awal Juni.”

Arief menekankan bahwa semua elite Golkar sedang menunaikan ibadah haji. “Jadi kita insyaallah setelah lebaran ini, kita gaspol persiapannya. Setelah beliau balik haji. Bendum juga alhamdulillah ikut haji. Jadi semua sekarang elite-elite di Golkar ini lagi menunaikan ibadah haji. Jadi mohon doanya. Ketua, sekretaris, (Bendahara),” katanya.

Dengan dukungan yang terpusat pada Appi, Victor berharap Golkar Sulsel dapat kembali menjadi lumbung suara di provinsi tersebut. Ia menegaskan bahwa aspirasi mayoritas DPD II tidak hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk kemajuan partai secara keseluruhan. Kekuatan solidaritas di tingkat akar rumput dianggap kunci untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan.

Golkar Sulawesi SelatanMusdaAppiDPD IISolidaritasDPPHaji

Komentar

Memuat komentar...