DPRD Bogor Audiensi IPB dan UBC soal Kampung Batik Cibuluh

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
DPRD Bogor Audiensi IPB dan UBC soal Kampung Batik Cibuluh

Gambar atau konten salah?

25 Mei 2026 di Gedung DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil membuka sesi audiensi bersama perwakilan IPB University dan University of British Columbia (UBC) Kanada. Pertemuan ini menyoroti potensi, evaluasi, dan solusi untuk mengembangkan Kampung Batik Cibuluh, sebuah destinasi wisata edukasi dan budaya yang terletak di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

Di sela‑sela diskusi, Dr. Adityawarman Adil mengungkapkan rasa bangga dan kehormatannya atas kehadiran para akademisi dan mahasiswa internasional dari UBC. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara ini membawa dampak positif bagi Kota Hujan.

“Kami merasa sangat terhormat dapat menerima tamu internasional kami dari British Columbia University, khususnya para mahasiswa yang hadir di sini untuk belajar, bertukar gagasan, dan merasakan kehidupan sosial, budaya, serta pemerintahan di kota Bogor,” ujar Adityawarman.

Ia menambahkan bahwa kunjungan ini bernilai sangat bermakna karena mampu mempererat persahabatan, membangun saling pengertian, hingga mendorong kerja sama lintas negara, budaya, dan generasi. “Kami percaya kunjungan ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk membangun hubungan yang bermakna, memperluas wawasan, serta mendorong kerja sama di masa depan dalam bidang pendidikan, budaya, pengembangan masyarakat, dan tentu saja persahabatan internasional,” imbuhnya.

Momentum kunjungan ini berdekatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB). Dr. Adityawarman Adil menjelaskan bahwa Kota Bogor memiliki sejarah yang sangat kaya, semangat pendidikan, keberagaman budaya, keindahan alam, serta keramahan masyarakat. Keunggulan‑keunggulan itulah yang akan dirasakan langsung oleh para mahasiswa asing selama berada di Bogor, mengingat kota ini akan memperingati hari jadinya yang ke‑544 pada 3 Juni 2026.

Di ruang yang sama, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi IPB, Tony Irawan memaparkan hasil dari kegiatan rutin pendampingan lapangan yang dilaksanakan sejak 1 Mei hingga 30 Mei. Ia menyoroti sejumlah tantangan penting yang dihadapi oleh para perajin di Kampung Batik Cibuluh.

Berdasarkan hasil evaluasi dampak yang dilakukan timnya, persoalan fasilitas parkir bagi wisatawan dan pengelolaan limbah sisa produksi batik masih menjadi kendala utama yang sudah teridentifikasi sejak tahun lalu. Selain itu, para perajin lokal juga memiliki keinginan kuat untuk memiliki sebuah galeri bersama sebagai pusat pemasaran produk.

Menanggapi kendala tersebut, Tony mengungkapkan bahwa pihak DPRD Kota Bogor menyambut baik dan langsung memberikan solusi taktis. DPRD menyarankan adanya koordinasi intensif dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Bogor guna menganggarkan pembangunan galeri bersama tersebut. Diharapkan, program khusus ini dapat terealisasi dan masuk ke dalam penganggaran di tahun yang akan datang.

Selain mengevaluasi Kampung Batik Cibuluh, Tony juga membeberkan rencana keberlanjutan program pengabdian masyarakat ini untuk tahun depan. Ia menyebutkan ternyata di Kota Bogor ada alternatif fokus kegiatan tahun depan ke wilayah lain, yakni pengembangan Kampung Organik yang terletak di Mulyaharja, Bogor Selatan.

Melalui sinergi antara legislatif, akademisi lokal, dan institusi internasional ini, pengembangan kawasan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Bogor diharapkan dapat berjalan lebih optimal, terstruktur, dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga setempat. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat identitas budaya dan meningkatkan daya tarik wisata di wilayah tersebut.

Kampung Batik CibuluhUniversitas British ColumbiaDPRD Kota BogorKerja sama lintas negaraPembangunan galeriKampung OrganikPemberdayaan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...