DPRD Cirebon Rayakan Hari Jadi 544, Gubernur Tekankan Budaya

Hari W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
DPRD Cirebon Rayakan Hari Jadi 544, Gubernur Tekankan Budaya

Gambar atau konten salah?

Pada hari Kamis, 02 April 2026, Gedung DPRD Kabupaten Cirebon dipenuhi suasana khidmat saat rapat paripurna digelar untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-544.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut hadir dan menyampaikan arahan pembangunan berbasis budaya bagi daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kebudayaan tidak boleh sekadar menjadi warisan, tetapi harus diolah menjadi identitas yang hidup dan bernilai ekonomi. Ia menilai daerah yang mampu membangun branding berbasis budaya akan memiliki daya saing yang kuat.

Gubernur Dedi Mulyadi menambahkan bahwa peradaban bahasa, makanan, pakaian, dan seni harus adaptif dengan semangat kekinian. "Peradaban bahasa, makanan, pakaian, dan seni harus adaptif dengan semangat kekinian. Ketika budaya bisa diartikulasikan dengan baik, maka sebuah daerah akan tumbuh menjadi kabupaten yang kaya," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga dan mengoptimalkan warisan sejarah Cirebon, khususnya keberadaan keraton sebagai pusat peradaban. Dedi secara tegas meminta agar konflik internal yang kerap terjadi di lingkungan keraton dapat segera dihentikan demi kepentingan yang lebih besar. Menurutnya, membangun kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menjaga jati diri daerah. Penataan arsitektur berciri khas Cirebonan, serta penguatan nilai-nilai sejarah yang diwariskan tokoh besar seperti Sunan Gunung Jati, dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban yang kuat.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Cirebon memiliki kekuatan besar dari sisi budaya. "Cirebon memiliki kekuatan besar dari sisi budaya. Ini harus menjadi simbol pembangunan dengan semangat 'Kulanun' dan kebudayaan kacirebonan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron dalam pidatonya menyampaikan peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak sejarah yang menjadi pijakan dalam membangun daerah ke depan. Ia mengaku merasakan makna mendalam dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah, sekaligus menyampaikan pertanggungjawaban kepada masyarakat melalui forum rapat paripurna tersebut.

Bupati Imron menegaskan bahwa Hari Jadi adalah rujukan untuk memacu semangat pembangunan. "Hari jadi adalah rujukan untuk memacu semangat pembangunan. Ini memiliki implikasi besar, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga dalam mendukung pembangunan nasional," ujarnya.

Ia menyoroti kekayaan Cirebon yang meliputi warisan sejarah seperti keraton dan pusat syiar Islam di Gunung Jati, hingga ragam seni budaya khas seperti tari, lukisan, batik, dan kuliner tradisional. Selain itu, posisi geografis yang strategis serta potensi kelautan dan pertanian yang melimpah menjadi modal besar bagi Kabupaten Cirebon untuk terus berkembang.

Ia menyebutkan bahwa dengan menggabungkan kekuatan budaya dan potensi sumber daya, peringatan Hari Jadi ke-544 ini menjadi momentum refleksi sekaligus langkah awal untuk membawa Cirebon menuju masa depan yang lebih maju, tanpa meninggalkan akar sejarah dan jati dirinya.

Rapat paripurna menegaskan pentingnya budaya, warisan, dan kesadaran kolektif dalam memandu pembangunan Cirebon, sementara peringatan Hari Jadi berfungsi sebagai pengingat potensi dan tanggung jawab daerah.

CirebonBudayaHari JadiKeratonPembangunanWarisanGubernur Dedi Mulyadi

Komentar

Memuat komentar...