Dua Pemuda Tewas di Atap Masjid Brebes, Tersengat Listrik

Arif S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Dua Pemuda Tewas di Atap Masjid Brebes, Tersengat Listrik

Gambar atau konten salah?

Dua pemuda, Iwan dan Bambang, ditemukan tewas di atap Masjid Miftahul Janah di Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Brebes. Mayatnya terdeteksi pada sore hari Rabu, 25 Maret 2026, setelah berjam-jam tidak ditemukan. Kondisi jenazah sudah membusuk ketika ditemukan.

Informasi pertama datang dari Sekdes Pengaradan, Dwi Andriyanto, yang menjelaskan bahwa mayat tersebut berada di lantai paling atas, tempat kubah masjid. Ia mengatakan, “Dua orang ditemukan sudah membusuk di atap masjid lantai tiga, tempat kubah tadi sore.”

Dwi menegaskan bahwa Iwan dan Bambang adalah warga Desa Pengaradan. Keduanya dilaporkan hilang pada hari Jumat, 20 Maret 2026, sehari sebelum Lebaran. Keluarga segera melaporkan kehilangan kepada kepolisian.

Menurut kronologi yang dibagikan, Iwan hendak mengunjungi rumah seorang pria karena urusan keluarga. Ditemani Bambang, ia berniat menemui Marhadi, sepupu Iwan. “Sebelum mendatangi laki‑laki dimaksud, dia menemui Marhadi, sepupu Iwan. Ya untuk saksi dari pihak keluarga saja, karena dia dituakan,” jelas Dwi.

Marhadi berada di atap masjid saat keduanya datang. Ia berjanji akan membantu setelah menyelesaikan perbaikan lampu di kubah. Keduanya kemudian turun dari atap, namun tidak pernah kembali. Motor yang mereka gunakan masih terparkir di depan masjid hingga hari Selasa, 24 Maret 2026.

Ketika seorang marbot masjid menemui bau busuk di atap, ia menemukan dua mayat yang sudah membusuk. Marbot tersebut mengamati adanya belatung yang jatuh dari atas. “Akhirnya dicari sumber bau dan belatung. Ternyata ada dua mayat yang sudah membusuk, lokasinya di atas, tidak jauh dari kubah,” tambah Sekdes.

Setelah temuan, pihak kepolisian diberitahu. Evakuasi jenazah dilakukan pada malam hari Rabu. Jenazah didorong turun menggunakan tali. Penyebab kematian belum dapat dipastikan. Sekdes menduga, kedua pemuda tewas akibat tersengat listrik di atap masjid, mengingat banyaknya kabel di area tersebut. “Kalau dilihat itu kan banyak kabel di bagian atap. Mungkin tidak sengaja tersengat listrik saat akan turun,” pungkasnya.

Hingga malam Rabu, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian mengenai penyebab kematian. Kejadian ini menambah keprihatinan warga setempat tentang keselamatan di area publik.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan dan prosedur keselamatan di tempat ibadah, terutama di area atap yang rawan bahaya. Warga tetap menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian mengenai penyelidikan kasus ini.

IwanBambangAtap MasjidKebusukan MayatKabel ListrikPengawasan KeamananDesa Pengaradan

Komentar

Memuat komentar...