Dukuh Koplak: Sejarah Andong dan Batas Provinsi Klaten

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 117 dibaca
Bisik.id
Dukuh Koplak: Sejarah Andong dan Batas Provinsi Klaten

Gambar atau konten salah?

Di wilayah ujung barat Kabupaten Klaten, terdapat pedukuhan bernama Dukuh Koplak. Pedukuhan ini masuk ke Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten. Meskipun berada di ujung barat, Dukuh Koplak tidak terpencil. Letaknya tepat di tepi Jalan Jogja‑Solo, di perbatasan wilayah Kecamatan Prambanan, Klaten, dan Kecamatan Prambanan, Sleman, DIY.

Di sisi selatan jalan, Dukuh Koplak berada di atas tanah, sementara di sisi utara jalan terdapat pintu masuk Taman Wisata Candi Prambanan. Gapura pintu masuk dukuh ini terletak tepat di timur gapura batas antara Jawa Tengah dan DIY.

Salah satu warga asli Dukuh Koplak, Yuli, berbagi cerita tentang asal‑asalan nama pedukuhan. Ia mengingat kata sesepuh, “Jadi dulu kata si Mbah, di sini banyak andong parkir. Suaranya kan ketoplak‑ketoplak kalau jalan, jadilah disebut Koplak,” kata Yuli saat ditemui pada Sabtu, 30 Mei 2026 siang.

Saat masih kecil, Yuli mengatakan masih ada andong yang tersisa dan pasar sapi di dukuhnya. Namun sekarang pasar sapi itu sudah dipindah. “Pasar sapi dan hewan pindah ke selatan. Dulu katanya dukuh ini juga disebut Ngencongan karena mencong (meruncing di ujung berbelok),” ujar Yuli. Ia tidak risih dengan nama dukuhnya, meski setiap kali disebut dapat membuat orang tertawa saat pertama kali mendengar. “Kalau malu sih tidak. Cuma kalau orang pertama nanya alamat asal, lalu dijawab warga Koplak gitu mesti ngguyu (ditertawakan),” kata dia.

Ketua RW 1 Dukuh Koplak, Roni, mengungkapkan sejarah dukuhnya terkait kendaraan zaman dulu yaitu andong atau dokar. “Dulu katanya ada bengkel sepatu kuda terkenal di sini, lama‑lama jadi tempat mangkal andong atau koplakan andong. Jadi Dukuh Koplak ini,” kata Roni.

Dia menjelaskan bahwa di tempat mangkal atau terminal andong itu dulu ada pohon beringin besar. Saat ini bekas lokasinya sudah menjadi pertokoan dan tugu batas provinsi. “Lokasinya mangkal di tugu batas itu dulu. Sekarang timur tugu masuk Dukuh Koplak, Klaten, dan barat tugu masuk Dukuh Kranggan, Sleman,” kata Roni. “Sekarang jadi satu RW dengan tiga RT. Jadi batas kabupaten sekaligus batas provinsi,” imbuhnya.

Sekretaris Desa Kebondalem Kidul, Daru Purnomo, menjelaskan bahwa Dukuh Koplak berada di RW 1 dengan tiga RT yaitu RT 1, 2, dan 3. Ia juga menyebut bekas koplakan andong di belakang toko saat ini. “Lokasinya koplakan itu sekarang di belakang toko di RT 1, dulu juga ada pasar sapi dan kambing di situ. Jadi nama Koplak itu dari koplakan andong,” kata dia. “Untuk pasar sapi sekarang pindah ke selatan rel masuk RW 2 Gempol. Tapi penduduknya banyak dari RT 1 Dukuh Koplak,” imbuhnya.

Dukuh Koplak, meski berada di ujung barat, tetap memiliki akses mudah lewat Jalan Jogja‑Solo. Sejarahnya berkaitan erat dengan kendaraan tradisional dan kegiatan pasar. Nama pedukuhan berasal dari istilah koplakan andong, yang kini menjadi bagian penting dalam identitas komunitas. Perubahan lokasi pasar sapi menandai evolusi pedukuhan, namun batas kabupaten dan provinsi tetap menjadi ciri khas wilayah ini.

Dukuh KoplakKlatenJalan Jogja‑SoloTaman Wisata Candi PrambananAndongPasar SapiTugu Batas Provinsi

Komentar

Memuat komentar...