Elang Jawa Baru Terbit di TNGHS, Dinamai Garda Nusantara Indonesia

Fitri A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Elang Jawa Baru Terbit di TNGHS, Dinamai Garda Nusantara Indonesia

Gambar atau konten salah?

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menjadi saksi kelahiran harapan baru. Di sana, seekor Elang Jawa yang baru saja menetas menambah harapan bagi kelestarian satwa endemik yang semakin langka di Pulau Jawa.

Anak elang berusia sekitar dua minggu ini diberi nama Garda Nusantara oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, saat kunjungan kerja ke Balai TNGHS di Kecamatan Kabandungan. "Garda artinya pengawal atau penjaga. Harapannya, Elang Jawa 'Garda Nusantara' ini bisa menjadi penjaga alam hutan Indonesia melalui angkasa," kata Rohmat, Rabu (8/4/2026).

Rohmat menegaskan bahwa Elang Jawa bukan sekadar predator biasa. "Elang Jawa bukan sekadar predator biasa. Satwa ini merupakan simbol penting karena merepresentasikan burung Garuda, lambang negara Indonesia. Keberadaannya juga menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan, terutama di Pulau Jawa yang tutupan hutannya kini tersisa kurang dari 30 persen."

Ia menambahkan, kawasan Halimun Salak menjadi habitat krusial bagi spesies ini. "Ini predator kunci yang membutuhkan pohon-pohon tinggi di pegunungan untuk bersarang. Dengan penguatan perlindungan, kita optimistis semakin banyak yang berkembang biak di sini," ujarnya.

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan TNGHS, Wardi Septiana, mengatakan keberadaan Garda Nusantara sudah dimonitor sejak ia belum menetas. Pihaknya rutin melakukan pemantauan hingga anak burung Elang Jawa itu dapat mengepakkan sayapnya. "Usianya sekitar dua minggu. Ini salah satu sarang yang kami monitor secara intensif," kata Wardi.

Untuk menjaga habitat, pengelola kawasan menerapkan sistem pengamanan berbasis Smart Patrol. Setiap resort melakukan pemantauan rutin mingguan, terutama untuk memastikan pohon sarang tetap aman dari aktivitas ilegal. "Fokus utama kami menjaga pohon sarang agar tidak terganggu. Monitoring ini sudah berjalan sejak 2015," ujarnya.

Hingga saat ini, terdapat sekitar 58 individu Elang Jawa yang menghuni area seluas 36 ribu hektare di kawasan Halimun Salak. Pemantauan dilakukan terhadap 10 sarang aktif setiap tahun yang tersebar di Gunung Salak dan Halimun.

Keberadaan Garda Nusantara menjadi simbol perlindungan dan harapan bagi kelestarian Elang Jawa di Indonesia. Dengan upaya pengawasan yang intensif, harapan akan bertambah populasi Elang Jawa di TNGHS tetap realistis.

Elang JawaTaman Nasional Gunung Halimun SalakGarda Nusantarakelestarian satwapengamanan Smart Patrolhabitat krusialmonitoring intensif

Komentar

Memuat komentar...