Embarkasi Solo: 28 Jemaah Haji Meninggal, Penurunan Tahun Ini

Fandi R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Embarkasi Solo: 28 Jemaah Haji Meninggal, Penurunan Tahun Ini

Gambar atau konten salah?

Embarkasi Solo, penyelenggara haji bagi umat Muslim di Jawa Tengah, mengumumkan bahwa jumlah jemaah haji yang meninggal selama perjalanan ke Tanah Suci dan pemulangan kini mencapai 28 orang. Angka ini mencakup 27 orang yang meninggal di Arab Saudi dan satu orang yang meninggal di Indonesia, tepatnya di rumah sakit Medan, Sumatera Utara.

Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menyampaikan data tersebut pada 03 Juni 2026. Ia mengatakan, “Jemaah yang wafat sampai hari ini 28 jemaah, terdiri 27 wafat di Arab Saudi, sedangkan satu jemaah wafat di Tanah Air.”

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menambahkan bahwa jumlah jemaah yang meninggal tahun ini turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh pengetatan syarat istitaah kesehatan yang diberlakukan selama proses pemberangkatan. Ia berkata, “Alhamdulillah (jumlah jemaah wafat) ini penurunan yang sangat luar biasa, karena memang kemarin ada pengetatan kesehatan, sehingga kalau memang yang belum memenuhi syarat istitaah kesehatan, memang untuk ada perbaikan dahulu mungkin tahun depan bisa kita berangkatkan lagi.”

Fitriyanto menjelaskan bahwa para jemaah yang meninggal didiagnosis dengan berbagai penyakit, seperti sakit jantung, asma, atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Ia menegaskan, “Dari 27 jemaah yang wafat di Arab Saudi tersebut, ada yang meninggal dunia sebelum wukuf, saat wukuf, dan setelah wukuf.”

Menurut Fitriyanto, prosedur kompensasi bagi keluarga jemaah yang meninggal juga berbeda tergantung waktu kematian. Ia menjelaskan, “Kalau jemaah yang wafat itu sebelum wukuf, maka di Badal Hajikan dan nanti ahli warisnya mendapatkan santunan sebesar pipi. Tapi kalau yang wafat setelah wukuf, maka mereka jemaah itu sudah melaksanakan ibadah haji, maka nanti tinggal ahli warisnya mendapatkan asuransi sebesar biaya yang dibayar oleh jemaah tersebut.”

Fitriyanto menegaskan komitmen Embarkasi Solo untuk terus memperketat persyaratan istitaah kesehatan. Ia menyatakan, “Ke depan akan dilakukan perbaikan atau lebih diperketat lagi terkait syarat istitaah kesehatan jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Sehingga diharapkan jemaah yang meninggal saat pelaksanaan ibadah haji akan semakin berkurang lagi.”

Dengan langkah-langkah tersebut, Embarkasi Solo berharap dapat mengurangi risiko kematian jemaah selama ibadah haji, sekaligus menjaga kualitas kesehatan para pelaku ibadah. Data ini mencerminkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan jemaah haji di masa depan.

Embarkasi Solojemaah hajipenurunan angka meninggalistitaah kesehatanpengetatan syaratPPOKasuransi kompensasi

Komentar

Memuat komentar...