Embarkasi Solo Kirim 13.305 Jemaah ke Saudi, 24 di Saudi
Gambar atau konten salah?
Embarkasi Solo telah mengirimkan 13.305 orang ke Arab Saudi. Jumlah ini mencakup 39 kloter yang telah tiba di Solo, sementara 37 kloter masih dalam proses pemberangkatan.
“Jemaah haji (Embarkasi Solo) yang sakit di Arab Saudi 24 jemaah,” kata Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, kepada wartawan, Senin (4/5/2026). Para jemaah tersebut kini berada di rumah sakit intensif di Madinah.
Di Madinah, 24 calon haji mendapat perawatan di beberapa fasilitas kesehatan. Nabiila menjelaskan rincian rujukan: “13 jemaah dirujuk ke Saudi German Hospital Madinah, 1 jemaah dirujuk ke Al- Zahraa Hospital Madinah, 8 jemaah dirujuk ke King Fahd Hospital Madinah, dan 2 jemaah dirujuk ke Mouwasat Hospital Madinah.”
Di Solo, 8 orang jemaah sakit juga mendapatkan perawatan. “Jemaah sakit di embarkasi ada 8 orang,” imbuhnya. Mereka dirawat di RS Moewardi Solo, RS TNI AU, RSUP Surakarta, dan menjalani observasi di Poliklinik Embarkasi.
Para jemaah yang sakit akan diberangkatkan ke Arab Saudi setelah dinyatakan layak terbang. Proses ini melibatkan koordinasi antara pihak Embarkasi Solo dan rumah sakit di Saudi.
Jumlah kloter yang telah tiba di Solo mencapai 39 kloter dengan 14.024 orang. Sementara total yang diberangkatkan ke Tanah Suci adalah 13.305 orang dari 37 kloter.
Informasi ini menunjukkan upaya berkelanjutan Embarkasi Solo dalam menyiapkan dan merawat calon haji, memastikan mereka siap untuk perjalanan ke Arab Saudi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
