Enam Jemaah Solo Meninggal, Lima di Saudi, Satu di Indonesia

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Enam Jemaah Solo Meninggal, Lima di Saudi, Satu di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Jumlah jemaah haji Embarkasi Solo yang meninggal mencapai enam orang hingga akhir keberangkatan. Angka ini mencakup lima orang yang wafat di Arab Saudi dan satu orang yang meninggal di Indonesia.

Di antara yang meninggal adalah Utsman Salamin, 75 tahun, asal Kabupaten Pati. Ia terdaftar di Kloter 50 dan mengalami sesak napas. Jemaah (Utsman Salamin) ini meninggal dunia pada Senin, 18 Mei 2026. Ini (sakit) sesak nafas. Sudah dibawa ke rumah sakit, tapi qodarullah tidak tertolong, jelas Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, pada 21 Mei 2026.

Fitriyanto menegaskan bahwa almarhum dimakamkan di makam Saraya, Makkah. Ia juga menambahkan bahwa bagi jemaah yang meninggal sebelum puncak haji, petugas haji akan membadal hajikan dan keluarga akan menerima asuransi biaya perjalanan haji (Bipih) yang sudah dibayar. Bagi jemaah yang meninggal sebelum puncak Arafah ini, nanti Insyaallah akan dibadal hajikan oleh petugas haji dan nanti keluarganya, ahli warisnya akan mendapatkan asuransi sebesar biaya perjalanan badaji atau Bipih yang telah dibayar oleh jemaah tersebut, jelasnya.

Jumlah enam orang tersebut berasal dari tiga kota di Arab Saudi: tiga di Madinah dan dua di Makkah. Satu jemaah, asal Blora, meninggal di rumah sakit Medan, Sumatera Utara, setelah kondisi kesehatannya menurun di perjalanan menuju Saudi. Ia diturunkan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang.

Fitriyanto mengungkapkan bahwa angka kematian ini masih tinggi, namun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sudah sangat rendah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), serta PPIH Embarkasi lainnya yang bekerja keras mendampingi jemaah. Sehingga kami apresiasi teman-teman dari Dinas Kesehatan, dari Kabupaten maupun Provinsi, dari BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan), kemudian teman-teman dari PPIH Embarkasi lainnya yang telah bahu-membahu, bekerja keras mendampingi jemaah haji kita, sehingga angka kematian (jemaah haji Embarkasi Solo) di akhir keberangkatan ini semakin kecil, sambungnya.

Untuk mengurangi risiko, pihak Embarkasi menekankan pentingnya menjaga kesehatan. Jemaah disarankan memperhatikan pola makan, istirahat, dan minum cukup air. Kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang menuntut tenaga dan energi tinggi.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jumlah jemaah haji yang meninggal di luar negeri dapat terus menurun. Pihak Embarkasi menegaskan komitmen mereka untuk terus memantau kesehatan jemaah sebelum, selama, dan setelah perjalanan haji.

jemaah hajiEmbarkasi SolokematianArab SaudiBipihPPIHKesehatan

Komentar

Memuat komentar...