Festival Balon Udara Solo Berhenti Awal Karena Angin Kencang

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Festival Balon Udara Solo Berhenti Awal Karena Angin Kencang

Gambar atau konten salah?

Festival balon udara di Alun‑alun Utara Solo digelar pada Minggu (17 Mei 2026), namun harus dihentikan lebih awal karena angin kencang. Meski begitu, suasana tetap meriah. Warga mulai memadati area sejak pukul 05.30 WIB pagi.

Acara ini menampilkan 18 balon udara dan merupakan bagian dari perayaan ulang tahun sebuah bank di Jawa Tengah. Pihak penyelenggara, yang dipimpin oleh Slamet Sulistiyono, menjelaskan bahwa persiapan sudah dimulai dua bulan sebelumnya. “Persiapannya sudah dilakukan cukup lama sekitar dua bulan sebelumnya. Kita sudah mengurus proses izin, baik ke Lanud (Adi Soemarmo), ke otoritas bandara, ke AirNav, dan sebagainya,” ujar Slamet saat ditemui di Alun‑alun Utara, Minggu (17/5/2026).

Namun pada hari pelaksanaan, kondisi cuaca di kawasan tersebut tidak bersahabat. Menurut data meteorologi di lapangan, kecepatan angin berembus jauh di atas batas aman. “Kecepatan angin (hari ini) berkisar dari 12 sampai 20 knot, maka cukup bahaya kalau diterbangkan. Nanti balon udara bisa rusak,” ujar Slamet.

Dengan mempertimbangkan keselamatan, panitia memutuskan menghentikan operasional penerbangan balon sekitar pukul 07.00 WIB. “Tidak bisa (terbang) kalau terlalu kencang, udara terlalu panas, maka tekanan yang di dalam itu bisa membuat balon pecah. Maka tadi jam 07.00 kita hentikan untuk kebaikan semuanya,” terangnya.

Tempat ini memang ideal untuk balon udara, namun angin kencang membuatnya tidak memungkinkan. “Secara luas, tempat ini ideal, tetapi kemudian secara angin cukup kencang anginnya. Kita nanti coba terus cari untuk tahun depan bisa dapat tempat yang lebih ideal,” imbuhnya.

Meski penerbangan tidak dapat dilakukan, semangat penonton tetap tinggi. Ribuan masyarakat menunggu di Alun‑alun Utara sejak pagi, berswafoto dengan balon‑balon raksasa. Salah satu warga Kalijambe, Sragen, Nita (38) mengaku datang pagi‑pagi hanya untuk melihat balon udara. Ia datang bersama anaknya karena penasaran dengan penerbangan balon udara. “Sampai sini jam setengah 8 pagi sama anak. Tapi ternyata nggak terbang, katanya ada satu yang terbang,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Kan biasanya yang ada balon udara daerah lain, jadi penasaran aja melihat langsung. Kecewa sedikit karena jauh dari Kalijambe malah nggak jadi, tapi nggak papa,” sambungnya.

Walaupun balon tidak terbang, warga tetap menikmati suasana. Penerbangan yang tidak dapat dilakukan tidak membuat suasana menjadi suram. Para penonton tetap bersorak dan mengapresiasi upaya panitia yang telah menyiapkan segala izin dan persiapan sejak jauh-jauh hari.

Festival balon udara ini menunjukkan betapa pentingnya keselamatan dalam kegiatan publik. Meskipun cuaca tidak mendukung, panitia dan warga tetap menunjukkan sikap positif dan menghargai keputusan yang diambil demi keselamatan bersama.

Festival balon udaraAlun‑alun Utara SoloAngin kencangKeselamatan18 balon udaraPerayaan ulang tahun bankSlamet Sulistiyono

Komentar

Memuat komentar...