Foot Juice Terjual Habis dalam 1 Jam di FanimeCon 2026
Gambar atau konten salah?
Festival anime FanimeCon 2026 yang digelar di San Jose, California, Amerika Serikat kembali menampilkan suasana penuh warna, mulai dari kostum unik hingga pertunjukan cosplay. Namun, sorotan utama tahun ini datang dari penjualan minuman yang tak biasa, yang disebut foot juice atau jus rendaman kaki.
Peristiwa ini terjadi di area luar acara, bernama Parkon, sebuah kegiatan terbuka yang diadakan di sekitar lokasi utama FanimeCon. Berbeda dengan acara resminya, Parkon memberi kebebasan bagi siapa saja untuk datang dan menjual produk mereka secara bebas. Akibatnya, para model cosplay tidak hanya menampilkan kostum, tetapi juga membuka stand penjualan.
Di sana, beberapa perempuan berkostum cosplay menawarkan gelas berisi foot juice. Minuman ini dibuat dari jus buah yang sebelumnya digunakan untuk merendam kaki mereka. Beberapa penjual bahkan menampilkan cairan yang menetes langsung dari kaki yang masih basah. Harga setiap gelas berkisar antara US$ 10 hingga US$ 15 (Rp178.243 hingga Rp267.365). Menurut laporan, minuman tersebut terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam. Banyak pengunjung, mayoritas penggemar budaya pop Jepang, bersedia antri demi mencicipi jus rendaman kaki tersebut.
Reaksi terhadap penjualan ini beragam. Di satu sisi, minuman tersebut menarik perhatian karena keunikan dan nilai novelty-nya. Di sisi lain, beberapa orang mengkritik aksi tersebut sebagai tidak lazim dan tidak sopan. Kritik ini muncul di berbagai media sosial dan forum diskusi penggemar.
FanimeCon selama ini dikenal sebagai salah satu festival anime terbesar di California, yang rutin menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Acara ini biasanya dipenuhi dengan cosplay karakter anime, kompetisi kostum, konser, dan bazar budaya pop Jepang. FanimeCon 2026 menambah dimensi baru dengan adanya Parkon yang membuka peluang bagi penjual kreatif.
Peristiwa penjualan foot juice ini menunjukkan bagaimana festival anime menjadi arena bagi inovasi bisnis kreatif, meski kontroversial. Keunikan produk tersebut sekaligus memicu perdebatan tentang batasan etika dalam penjualan di acara publik. Sehingga, FanimeCon 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang bagi eksperimen budaya yang menarik perhatian publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
