Gado‑gado Legendaris Tersembunyi di Perumahan Jakarta

Teguh A. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Gado‑gado Legendaris Tersembunyi di Perumahan Jakarta

Gambar atau konten salah?

Gado‑gado, salad khas Indonesia yang terbuat dari sayuran segar, lontong, dan siraman bumbu kacang, tetap menjadi favorit banyak orang. Makanan ini cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai sarapan, makan siang, maupun camilan sore.

Di balik hiruk‑pikuk jalan utama, ada beberapa warung gado‑gado legendaris yang tersembunyi di kawasan perumahan. Meski lokasinya tidak mencolok, cita rasa yang ditawarkan tetap konsisten. Beberapa warung sudah beroperasi puluhan tahun, bahkan lebih, dan masih dipertahankan oleh keluarga yang turun‑turun. Warung‑warung ini sering kali menjadi incaran pelanggan setia, mulai dari warga perumahan hingga pejabat kantor terdekat.

Berikut lima rekomendasi gado‑gado enak dan legendaris yang berada di kawasan perumahan. Setiap tempat memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bumbu, harga, maupun suasana.

  1. Gado Gado Oma Lie MeyBintaro

    Di Bintaro, ada warung sederhana yang menjadi incaran pencinta kuliner rumahan. Warung ini tidak memiliki papan nama yang mencolok, namun sudah eksis sejak 1995. Gado‑gado di sini dikenal dengan bumbu kacang kental dan gurih. Selain gado‑gado, tersedia juga lontong sayur, nasi uduk, dan berbagai gorengan khas Jawa. Harga mulai Rp 7.000 hingga Rp 33.000 per porsi. Warung ini didirikan oleh Oma Lie Mey, yang kini berusia 86 tahun. Ia masih mempertahankan cita rasa otentik dan menjadi tempat sarapan atau makan siang sederhana yang mengenyangkan.

  2. Gado‑gado Oma TTKelapa Gading

    Di balik komplek perumahan Kelapa Gading, terdapat spot gado‑gado legendaris yang terkenal di warga sekitar. Gado‑gado Oma TT sudah lama eksis dan dikenal dengan racikan gado‑gado enak serta bumbu kacang yang legit, gurih, dan konsisten. Lokasinya tersembunyi di Jl. Gading Nias 7, tanpa plang mencolok. Mayoritas pelanggan memilih takeaway, meski suasananya tetap nyaman dengan nuansa rindang seperti di rumah. Menu utamanya gado‑gado, dengan tambahan karedok segar. Tersedia juga nasi lengko, rawon, dan es cendol rumahan. Harga mulai Rp 25.000 per porsi, cocok untuk rekomendasi makan siang.

  3. Gado‑Gado Ibu SumartinKebayoran Baru

    Di area perumahan elite di sekitar Jalan Kertanegara, terdapat gado‑gado legendaris Ibu Sumartin. Usaha ini dimulai sejak 1986 dan kini berjualan di dalam mobil. Setiap harinya, gado‑gado racikan Ibu Sumartin mampu terjual hingga 250 porsi per hari. Menyoal rasa, Ibu Sumartin mengaku tidak ada yang spesial dari racikan gado‑gonadonya ini. Semuanya menggunakan bahan dan sayuran yang sama. Untuk satu porsi, gado‑gado legendaris ini dibanderol seharga Rp 20.000 sudah termasuk potongan lontong yang legit. Sementara untuk gado‑gado dengan nasi putih harganya Rp 23.000 saja dan dijamin kenyang.

  4. Gado‑Gado PLNDuren Tiga

    Gerobak gado‑gado ini dikenal dengan nama Gado‑Gado PLN, dan selalu menjadi incaran banyak orang. Lokasinya berada di dekat Komplek Perumahan PLN Duren Tiga. Warung ini kerap hanya buka selama lima jam, karena selalu laris terjual. Sudah berjualan lebih dari 23 tahun, gado‑gado ini tergolong legendaris di Jakarta Selatan. Pelanggan biasanya harus antre hingga berjam‑jam, bahkan mengeluarkan nomor antrean. Banyak pelanggan adalah pejabat dan petinggi kantor yang lokasinya berada di sekitar Duren Tiga. Kisaran harganya mulai Rp 20.000 saja.

  5. Gado‑Gado Portal Ibu Mar – Cipete Utara

    Di sekitar Cipete Utara, ada warung makan sederhana di antara perumahan yang parkirannya selalu penuh. Warung ini dikenal dengan nama Gado‑Gado Portal Ibu Mar. Sudah berjualan lebih dari 40 tahun, tempat ini terkenal dengan menu gado‑gadonya yang enak. Bumbu kacang medenya diulek dadakan oleh Bu Maryanti, dengan tingkat kepedasan sesuai selera. Gado‑gado disajikan dengan kerupuk Padang yang enak. Kisaran harganya sekitar Rp 60.000 per porsi, namun porsinya cukup banyak sehingga bisa dinikmati lebih dari satu orang.

Kelima tempat ini menunjukkan bahwa warung gado‑gado tradisional dapat terus bertahan di kawasan perumahan, menyesuaikan diri dengan kebutuhan warga dan tetap mempertahankan cita rasa yang sudah dikenal. Mereka tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari‑hari warga, menambah warna kuliner lokal yang sederhana namun tak lekang oleh waktu.

Gado‑gadowarung legendariskawasan perumahanbumbu kacangkuliner lokalJakarta Selatanharga<channel>

Komentar

Memuat komentar...