Garut 1800-an: Festival Lebaran dengan Adu Babi dan Kuda
Gambar atau konten salah?
Festival Lebaran Garut pada akhir abad ke-19 adalah perayaan yang sangat dinanti oleh warga Garut. Pada masa itu, momen Lebaran tidak hanya diisi dengan berbagi Tunjangan Hari Raya (THR), tetapi juga oleh rangkaian acara rakyat seperti adu bagong dan pertunjukan kuda yang dipenuhi semangat.
Menurut catatan yang diterbitkan pada 29 September 1888, acara dimulai di Alun‑Alun Garut, di depan Babancong. Pesta pertama adalah adu bagong. Dalam pertarungan ini, babi-babi yang dijanjikan untuk hiburan musafir mengalami kegagalan, kecuali satu babi yang kuat. Babi itu terus bertahan meski terluka, sampai akhirnya menang.
Selanjutnya diadakan adu domba, yang kini dikenal sebagai adu ketangkasan domba Garut. Domba jantan dengan tubuh tegap dan tanduk melingkar dipaksa bertarung satu lawan satu. Suara benturan kepala domba membuat orang asing terkejut, sementara pemilik domba biasanya bertopeng.
Acara ketiga menampilkan lomba balap karung yang diikuti oleh anak-anak. Mereka berlari cepat dengan karung, berusaha merebut hadiah berupa pakaian sederhana.
Festival ditutup dengan pertunjukan kuda. Lurah dan kepala desa memimpin, mengendarai kuda mereka untuk menangkap kain eksklusif yang diikat di tengah lapangan. Kain tersebut nantinya akan dikenakan saat desa dikunjungi pejabat.
Beberapa jam sebelum festival, suasana Idul Fitri tetap berlangsung. Catatan pada 24 Maret 1896 mencatat bahwa bupati pergi ke masjid, kemudian mengikuti prosesi megah menuju kediamannya. Prosesi tersebut disertai tembakan senjata, kembang api, dan gamelan yang menandai kembalinya bupati kepada rakyat.
Acara Lebaran juga memengaruhi kehidupan sehari‑hari. Pekerja rumah tangga mengajukan cuti dan meminta uang muka upah bulanan untuk berbelanja. Pakaian baru mereka menjadi simbol perayaan yang meriah.
Ringkasan: Pada akhir abad ke‑19, Garut merayakan Lebaran dengan serangkaian acara rakyat seperti adu bagong, adu domba, lomba balap karung, dan pertunjukan kuda. Festival ini berlangsung di Alun‑Alun Garut dan diiringi prosesi Idul Fitri yang melibatkan bupati dan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
