Gedung Sate Mulai Dirobotung, Plaza Baru Diprakarsai Provinsi

Wati N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Gedung Sate Mulai Dirobotung, Plaza Baru Diprakarsai Provinsi

Gambar atau konten salah?

Bandung – Aktivitas pembongkaran halaman Gedung Sate mulai terlihat. Paving blok yang selama ini menutup halaman di area depan bangunan ikonik tersebut satu per satu diangkat.

Di pagi hari 15 April 2026, alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat proses pembongkaran. Material lama dibongkar untuk memberi ruang bagi pembangunan plaza baru yang akan mengubah wajah kawasan Gedung Sate.

Di area depan Gedung Sate, pemagaran dengan besi yang dilapisi papan putih sudah dilakukan. Pemasangan tersebut terletak tepat di sisi Jalan Diponegoro.

Langkah ini menjadi tahap awal dari proyek penataan Plaza Gedung Sate‑Gasibu, yang sebelumnya telah diumumkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya mengintegrasikan kawasan dengan Lapangan Gasibu.

Dalam konsep yang telah dirilis, halaman depan Gedung Sate akan diubah menjadi plaza luas dengan desain terbuka. Kawasan ini nantinya tidak lagi terpisah oleh Jalan Diponegoro.

Plaza tersebut dirancang sebagai titik pusat kegiatan, termasuk seremoni kenegaraan, dengan penempatan tiang bendera di tengah area sebagai fokus utama.

Penataan ini juga berdampak pada fungsi Jalan Diponegoro yang selama ini menjadi pembatas antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Dalam rencana desain, ruas jalan tersebut akan diintegrasikan ke dalam kawasan plaza.

Selain itu, kawasan akan dilengkapi gerbang utama bergaya arsitektur khas serta ruang publik di sisi barat, lengkap dengan jalur pedestrian lebar dan ruang hijau.

Proyek penataan ini memiliki total anggaran Rp15,82 miliar, mencakup pekerjaan fisik serta jasa konsultasi perencanaan dan pengawasan. Pengerjaan direncanakan berlangsung mulai April hingga Agustus 2026, dengan cakupan area mencapai lebih dari 14 ribu meter persegi.

Pemprov Jawa Barat menargetkan penataan ini tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menghidupkan kembali poros utama Gedung Sate‑Diponegoro‑Gasibu sebagai simbol pemerintahan daerah.

Penataan kawasan dilakukan dengan mengembalikan poros Gedung Sate-Jalan Diponegoro-Lapangan Gasibu sebagai sumbu utama yang merepresentasikan identitas pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus menegaskan peran Gedung Sate sebagai pusat (center point) Jawa Barat,” jelas keterangan dari Humas Jabar.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap kawasan menjadi lebih terhubung dan mudah diakses. Plaza baru akan menjadi tempat berkumpul bagi warga dan pelaksana acara resmi, sekaligus memperkuat identitas daerah. Ini menandai perubahan kecil namun nyata dalam tata ruang kota Bandung, memadukan warisan sejarah dengan kebutuhan modern.

Gedung SatePlaza GasibuJalan DiponegoroBandungPemerintah Provinsi Jawa BaratAnggaran Rp15,82 miliarArsitektur

Komentar

Memuat komentar...