Gerobak Dadam Menjual Bajigur dan Bandrek di Bandung

Cahyo S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Gerobak Dadam Menjual Bajigur dan Bandrek di Bandung

Gambar atau konten salah?

Di sudut‑sudut kota Bandung, aroma jahe yang menyala dari gerobak dorong masih menjadi daya tarik tersendiri. Meski tren kopi susu dan matcha semakin populer, Ramdani—atau yang biasa dipanggil Dadam—tidak gentar menjajakan minuman tradisionalnya, bajigur dan bandrek.

Pria asal Garut ini berkeliling setiap hari di kawasan Muararajeun. Ia membawa kehangatan bagi mereka yang merindukan rasa autentik tanah Pasundan. “Asal mulanya tahun 2022 jualan itu, cuma sempat berhenti buat ikut kerja proyek, beres proyekan sekitar 4 bulan lebih, lanjut jualan di Jakarta, baru balik lagi ke sini,” ujarnya saat ditemui pada 31 Maret 2026.

Setiap pagi, Dadam mengambil dagangan dari majikannya yang juga berasal dari Garut, bermukim di daerah Lemah Nendeut. Dari sana, ia mulai mendorong gerobaknya pukul 10.30 WIB hingga malam hari.

Bandrek yang ia jual menggunakan bahan dasar jahe dan gula merah, ditambah potongan kelapa serta rempah‑rempah rahasia. Sementara bajigur identik dengan perpaduan santan, gula merah, dan isian kolang‑kaling atau cangkaleng. Gerobak ini juga dipenuhi berbagai rebusan yang dapat dinikmati bersama minuman tradisional. Tersedia jagung rebus, pisang, katimus, getuk, kacang tanah, singkong, hingga ubi. Harga semua di atas Rp2.000 per potong, kecuali pisang seharga Rp1.000 dan jagung rebus Rp5.000.

“Kebanyakan orang tua yang nyari, kalau anak muda mah jarang. Sama paling mereka cari makanan sehat yang direbus‑rebus karena bebas kolesterol,” pungkasnya.

Para pelanggan setia Dadam biasanya bukan anak muda, melainkan orang tua yang peduli akan kesehatan. Mereka menghargai makanan yang sederhana, bebas kolesterol, dan tetap terasa autentik. Gerobak Ramdani menjadi tempat berkumpul bagi mereka yang menginginkan rasa tradisional yang hangat dan menenangkan.

Gerobak RamdaniBandungBajigurBandrekJaheGula MerahMakanan TradisionalOrang Tua

Komentar

Memuat komentar...