Gerobak Dadam Menjual Bajigur dan Bandrek di Bandung
Gambar atau konten salah?
Di sudut‑sudut kota Bandung, aroma jahe yang menyala dari gerobak dorong masih menjadi daya tarik tersendiri. Meski tren kopi susu dan matcha semakin populer, Ramdani—atau yang biasa dipanggil Dadam—tidak gentar menjajakan minuman tradisionalnya, bajigur dan bandrek.
Pria asal Garut ini berkeliling setiap hari di kawasan Muararajeun. Ia membawa kehangatan bagi mereka yang merindukan rasa autentik tanah Pasundan. “Asal mulanya tahun 2022 jualan itu, cuma sempat berhenti buat ikut kerja proyek, beres proyekan sekitar 4 bulan lebih, lanjut jualan di Jakarta, baru balik lagi ke sini,” ujarnya saat ditemui pada 31 Maret 2026.
Setiap pagi, Dadam mengambil dagangan dari majikannya yang juga berasal dari Garut, bermukim di daerah Lemah Nendeut. Dari sana, ia mulai mendorong gerobaknya pukul 10.30 WIB hingga malam hari.
Bandrek yang ia jual menggunakan bahan dasar jahe dan gula merah, ditambah potongan kelapa serta rempah‑rempah rahasia. Sementara bajigur identik dengan perpaduan santan, gula merah, dan isian kolang‑kaling atau cangkaleng. Gerobak ini juga dipenuhi berbagai rebusan yang dapat dinikmati bersama minuman tradisional. Tersedia jagung rebus, pisang, katimus, getuk, kacang tanah, singkong, hingga ubi. Harga semua di atas Rp2.000 per potong, kecuali pisang seharga Rp1.000 dan jagung rebus Rp5.000.
“Kebanyakan orang tua yang nyari, kalau anak muda mah jarang. Sama paling mereka cari makanan sehat yang direbus‑rebus karena bebas kolesterol,” pungkasnya.
Para pelanggan setia Dadam biasanya bukan anak muda, melainkan orang tua yang peduli akan kesehatan. Mereka menghargai makanan yang sederhana, bebas kolesterol, dan tetap terasa autentik. Gerobak Ramdani menjadi tempat berkumpul bagi mereka yang menginginkan rasa tradisional yang hangat dan menenangkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
