Gerobak Martabak di Pasar Pasundan Jadi Penghalang Kereta
Gambar atau konten salah?
Gerobak martabak di Pasar Pasundan, Sukabumi, menjadi pusat perhatian ketika seorang pedagang menggunakan gerobaknya untuk menutup perlintasan kereta api. Video aksi ini diposting secara online pada 07 Mei 2026 dan segera menyebar luas di media sosial.
Video tersebut diambil oleh Hani Rianti (25) pada 02 Mei 2026. Dalam rekaman, gerobak martabak diposisikan melintang di jalan dekat rel, berfungsi sebagai penghalang sementara saat kereta melintas. Hani mengungkapkan bahwa ia awalnya hanya ingin mengabadikan kejadian karena jarang berkunjung ke kota.
Hani berkata: Awalnya iseng aja videoin, karena saya dari kabupaten jadi jarang main ke kota. Kebetulan pas lewat Pasar Pasundan ada kereta lewat, terus unik aja lihat palangnya malah pakai gerobak martabak.
Ia menambahkan bahwa video tersebut diunggah pada 07 Mei 2026 dan langsung mendapat respon positif.
Menurut Hani, ketika ia tiba di lokasi, perlintasan sudah dijaga menggunakan gerobak martabak. Ia menduga pedagang tersebut bersama petugas di tempat berinisiatif menempatkan gerobak karena palang pintu tengah mengalami gangguan. Hani menyatakan: Katanya palangnya lagi ada masalah, lagi dibenerin. Kayaknya si mamang emang inisiatif dibantu sama staf KAI yang jaga di situ.
Pedagang martabak yang sudah lama berjualan di sekitar Pasar Pasundan seringkali mangkal di dekat rel. Hani menegaskan: Kalau lewat pasar pasti beliau ada di situ.
Aksi ini menambah rasa aman bagi pengendara motor di area tersebut.
Hani juga mengamati para pengendara motor yang berada di belakang gerobak. Ia mengamati bahwa mereka terlihat tertib dan tidak ada yang nekat menerobos rel saat kereta melintas. Ia menyatakan: Lucu aja si amangnya juga aware sama keselamatan pengendara. Yang naik motor juga pada nurut nggak ada yang nerobos.
Di sisi lain, Franoto Wibowo, Humas KAI Daop 1 Jakarta, menegaskan bahwa pada saat kejadian tetap ada petugas resmi penjaga perlintasan yang bertugas sesuai prosedur keselamatan. Franoto berkata: Sudah ada petugas resmi penjaga perlintasan yang bekerja sesuai SOP keadaan darurat ketika kereta api akan melintas dan itu sudah memenuhi standar keselamatan perjalanan kereta api.
Franoto menambahkan bahwa KAI menghargai kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Ia berkata: Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat akan keselamatan bersama. Ini sebagai bukti bahwa masyarakat secara sadar dan aktif ikut mengedukasi warga lain tentang pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.
Selain itu, Franoto menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, KAI bersama komunitas peduli keselamatan rutin melakukan edukasi. Ia menyebut: Rata-rata dalam seminggu 4-5 kali dilakukan sosialisasi dan edukasi keselamatan.
Peristiwa ini menunjukkan kolaborasi spontan antara warga, pedagang, dan petugas KAI. Gerobak martabak yang awalnya hanya alat penjualan menjadi simbol kepedulian terhadap keselamatan di perlintasan, sekaligus mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan di sekitar jalur kereta api.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pengemudi Nekat Seberangi Jembatan Gantung di Cianjur, Motifnya Efisiensi Waktu
Wali Kota Usul Larangan Truk di Dago Atas
Badut Edukasi Warnai MPLS SD di Cimahi
Polisi Pastikan Kabar Tiga Pria Diterkam Macan di Papandayan Hoaks
Debit Sungai Cikeruh Menyusut, Petani Cemas
Ular Sanca 2 Meter Gemparkan Kos di Ciamis
Berita Terbaru
Dubai Luncurkan Mesin Roti 24 Jam Cegah Warga Kelaparan
Sopir Truk Akui Main HP Saat Muatan Tersangkut JPO
Manchester United Aktifkan Klausul Tielemans
Jonatan Christie Tersingkir di Babak Awal Japan Open 2026
Peneliti Temukan Kunci Hewan Laut Bertahan dari Kepunahan Massal
Pemerintah Tetapkan Harga Solar Nelayan Rp15.000 Per Liter
Ekonomi Singapura Melambat di Kuartal II-2026