Gibran Kunjungi Pesantren Wali Songo, Fokus MBG & AI
Gambar atau konten salah?
Gibran Rakabuming Raka datang ke Pondok Pesantren Wali Songo di Kecamatan Karangmalang, Sragen pada 26 Maret 2026. Kedatangan beliau disambut hangat oleh KH Ma'ruf Islamuddin, pengasuh pondok.
Setelah itu, Gibran bertemu dengan Gus Tawa (Muhammad Bahrul Mustawa), pendiri pesantren, serta Bupati Sigit Pamungkas. Mereka mengadakan pertemuan tertutup yang berlangsung hampir satu jam. Gus Tawa menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bersifat silaturahmi biasa.
“Sebenarnya bukan protokoler kenegaraan, pribadi. Memang pengin silaturahim saja kepada Abah Yai dan berkunjung ke Wali Songo gitu,” kata Gus Tawa kepada awak media.
Selama pertemuan, Gibran menyampaikan beberapa program prioritas, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG). Gus Tawa mencatat: “Pak Gibran menyampaikan program-program seperti MBG mohon dukungan dan mohon kritikan, saran seperti itu. Mohon support program-program dari Pak Presiden seperti itu.”
Gus Tawa juga memperkenalkan profil Wali Songo, yang mencakup jenjang pendidikan dari Diniyah hingga SMA. Ia mengajak doa: “Dari Abah menyampaikan profil lembaga pendidikan Wali Songo, bahwa Wali Songo ada Diniyah, TK, SD, semua jenjang usia SMP, SMA, identitas-identitas pondok cabang Wali Songo disampaikan ya mohon doa seperti itu.”
Di sisi teknologi, Gibran menyoroti rencana penerapan Artificial Intelligence (AI) di pesantren. Ia berkata, “Mas Gibran juga, ‘Gus, jangan hanya futsal saja, kita nanti akan dorong program AI.’ Jadi di AI dan robotik itu kegiatan bisa dijalankan di Pondok Wali Songo.”
Gus Tawa menanggapi antusias: “Ya, tentu saya sangat senang tinggal menunggu gitu. Ya, nanti akan kita support Gus agar bisa berjalan program AI dan robotik seperti itu.”
Pengunjung pesantren menilai kunjungan ini sebagai langkah positif pemerintah dalam mendukung pendidikan dan inovasi teknologi di lembaga-lembaga keagamaan. Program-program seperti MBG dan AI diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar santri sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
