Golkar Sulsel Sempitkan Calon Ketua: Appi, Andi Ina, IAS
Gambar atau konten salah?
Sukri Tamma, pakar politik Universitas Hasanuddin, mengamati bahwa daftar calon ketua Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin sempit. Empat nama terkuat kini bersaing di Musyawarah Daerah (Musda). Dua di antaranya adalah kepala daerah: Wali Kota Makassar Munafari ‘Appi’ Arifuddin dan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari. Dua politikus senior juga masuk daftar: Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Usman Marham (UM).
Menurut Sukri, Golkar Sulsel butuh pemimpin yang kuat untuk memulihkan kejayaannya setelah lengser dari jabatan ketua DPRD Sulsel pada Pemilu 2024. “Tentu yang harus menjadi ketua pasti adalah sosok yang kuat tidak hanya secara internal maupun eksternal. Artinya secara internal dia diterima secara eksternal juga punya figur yang cukup dihormati disegani di konteks perpolitikan di sulsel paling tidak itu yang pertama,” kata Sukri Tamma, Selasa 28 April 2026.
Ia menilai keempat figur tersebut sudah mumpuni memimpin partai. Appi, yang masih muda, memiliki kekuatan finansial dan basis kuat di Makassar. Ia diibaratkan sebagai rising star di antara kandidat lain. “Pak Munafri saat ini adalah salah satu tokoh politik yang masih muda yang cukup dianggap rising star kurang lebih. Tentu beliau pantas, paling tidak karena sekarang ini ketua Golkar Makassar, kemudian sekarang Wali Kota Makassar dan tentu dianggap punya basis sosial politik yang cukup kuat dan ekonomi kuat,” katanya.
IAS dinilai unggul dari segi pengalaman. Ia pernah terlibat dalam berbagai kontestasi politik di luar negeri. Namun ia juga pernah pindah partai, meski tetap dihormati di dalam dan luar Golkar. “Pak IAS adalah salah satu tokoh senior Golkar yang tidak lagi diragukan meskipun pernah berpindah partai tapi tetap saja beliau dianggap sebagai politis yang cukup mapan cukup senior di Sulsel,” ujarnya.
Andi Ina, seorang politikus perempuan, memiliki karier cemerlang. Setelah menjabat ketua DPRD Sulsel, ia kembali terpilih sebagai Bupati Barru. “Ibu Andi Ina juga salah satu yang saya kira bisa dianggap cukup berkembang. Secara sosial beliau anak dari tokoh senior Golkar kemudian pernah juga jadi ketua DPRD Sulsel, sekarang jadi Bupati Barru. Tentu paling tidak backgroundnya sudah cukup bagus apalagi perempuan,” jelas Sukri.
Usman Marham tidak boleh diabaikan. Ia memiliki rekam jejak yang kuat di balik layar. “Sepak terjang Usman di balik layar, kata dia, diakui di internal Golkar meski saat ini menjabat Ketua DPD II Golkar Pinrang.” Ia pernah menjadi pengurus DPP Golkar pada era Aburizal Bakrie hingga Setya Novanto. “Apalagi Pak Usman ini punya pengaruh di DPP karena sudah lama di Golkar dan pernah menjadi pengurus di DPP Golkar,” tambah Sukri.
Keempat figur ini memiliki peluang yang sama, menurut Sukri, tergantung arah kebijakan dan pertimbangan DPP Golkar. DPP akan menilai kekuatan komunikasi politik, finansial, serta ketokohan masing-masing. “Saya kira kalau kemudian sulit untuk mencari kesepakatan, Pak Usman berpotensi menjadi salah satu yang kemudian bisa diperhitungkan untuk masuk dalam kanca calon ketua DPD I Golkar Sulsel. Usman punya modal besar, begitu juga dengan nama lainnya. Semua berpotensi, tinggal DPP Golkar yang mana yang akan dilirik dengan isu apa yang paling dikedepankan,” pungkas Sukri.
Hanya tiga nama—Appi, Andi Ina, dan IAS—sering disebut oleh DPD II Golkar Sulsel. Appi sudah mengumpulkan 21 dukungan dari DPD II Golkar Sulsel. “Dalam juklak kan 50% plus 1 itu juga aklamasi. Apalagi kalau sudah 21 karena pemilik suara di Sulsel plus DPP, sebanyak 30,” kata Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara (VDB), Senin 26 Mei 2025.
Usman Marham terakhir menyatakan akan maju jika DPP Golkar mengesahkan. Ia menegaskan kesiapan setelah melihat dinamika pencalonan yang belum mengerucut. “Sepanjang DPP memberikan peluang kepada saya, saya bersedia. Sepanjang DPP memberikan peluang dengan melihat latar belakang saya itu. Sepanjang DPP membuka sinyal untuk saya, kenapa tidak,” kata Usman kepada wartawan, Kamis 23 April 2026.
Sejumlah nama lain pernah disebutkan sebagai calon potensial, namun kini tidak terdengar lagi. Adnan Purichta Ichsan, mantan Bupati Gowa, dan Taufan Pawe (TP), mantan ketua DPD I Golkar Sulsel, keduanya tidak lagi terlibat. Adnan terakhir melakukan manuver saat bertemu Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia di acara jamuan makan siang di Jakarta, Kamis 14 November 2025. Sedangkan TP diumumkan tidak akan maju Musda oleh Plt Ketua DPD Golkar Sulsel. “Pak Taufan itu sudah telepon saya bahwa beliau mau konsentrasi jadi anggota DPR RI, melaksanakan tugasnya dengan baik,” ujar Muhidin wartawan di Makassar, Selasa 23 Desember 2025.
Dengan dinamika yang terus berubah, Golkar Sulsel menunggu keputusan akhir dari DPP. Pemilihan ketua akan menentukan arah partai di wilayah ini, terutama setelah perjuangan politik yang intens di tahun-tahun terakhir. Para calon harus menunjukkan kemampuan komunikasi, dukungan finansial, dan reputasi yang kuat, baik di dalam maupun di luar partai. Semua faktor ini akan dipertimbangkan dalam proses Musda yang akan datang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
