Greben Getuk HUT 1120 Magelang: Jalan Tutup & Parkir
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Magelang mengadakan grebeg getuk di Alun‑Alun pada rangkaian HUT ke‑1120 Kota Magelang yang berlangsung pada 12 April 2026. Acara ini menandai ulang tahun kota dan diselenggarakan pada hari Minggu.
Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Magelang Kota mempersiapkan rekayasa arus lalu lintas (lalin) termasuk penutupan jalan. Selain itu, petugas menyediakan kantong parkir bagi warga yang akan menonton grebeg getuk.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Makhmud Yunus, menjelaskan alasan rekayasa arus lalu lintas. Ia berkata, “Untuk rekayasa arus lalu lintas dilakukan karena ada dua pusat keramaian. Satu di Alun‑alun sendiri. Yang kedua, di rute grebeg sendiri,” saat dihubungi pada 10 April 2026.
Rute rangkaian grebeg getuk dimulai dari Mantyasih, kemudian lewat Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso hingga menuju Pendopo Alun‑Alun. “Nantinya prosesi di Pendopo Alun‑Alun melalui Jalan Alun‑Alun Utara, Jalan A Yani dan finish di depan Polres Magelang Kota,” tambah Yunus.
Penutupan total dijadwalkan dari arah selatan, mulai dari Simpang Masjid Agung dan Jalan Kartini yang atas. Dari utara, tutup total di depan CPM (Corps Polisi Militer). Sebelum masuk ke CPM (Jalan A Yani) dari utara, sudah dilakukan skrining (alihkan) yang sekadar melintas kota. “Kita alihkan ke Kebonpolo (belok kiri),” ujarnya.
Dari arah timur, Jalan Sigaluh juga ditutup total di perempatan Kantor Pos. Selanjutnya, dari arah selatan, meski tutup total di Perempatan Bank Jateng, pengalihan sudah sejak dari Gladiol. Termasuk Jalan Panjaitan atau Jambon. “Jika Ngesengan sudah jadi parkir, penuh semakin ke selatan,” lanjutnya.
Rekayasa arus lalin memiliki tahapannya. Rencana dimulai pukul 07.00 atau 07.30 WIB dari Start Mantyasih atau Jalan Diponegoro. “Yang atas kita tutup total mulai 08.30 sampai selesai. Diperkirakan selesai antara jam 11.00, 12.00 WIB, sesuai rundown,” jelas Yunus.
Pihaknya bekerja sama dengan pengurus gereja di sekitar Alun‑Alun. “Sudah kita simulasikan. Kalau yang menuju Gereja Santo Ignatius masih bisa parkir di Jalan Kartini karena ibadahnya pagi. Untuk yang jam 09.00 WIB, Gereja Beth‑el bikin kantong parkir di SMP Tarakanita,” tambah Yunus.
Ia menambahkan, “Untuk kantong parkir Forpimda dan VIP di Mako Polres Magelang Kota.” Kemudian, untuk masyarakat umum ada beberapa lokasi.
Lokasi parkir umum meliputi Disdikbud, Jembatan bawah Mantyasih, Bakorwil, PDAM, Pengadilan Negeri, KPPN, Kantor Pos, Jalan Veteran, Jalan Pemuda, Telkom, Ngesengan dan sekitarnya, serta Jalan Kartini.
Kasat Lantas Polres Magelang Kota, AKP Ida Lismawati, menyatakan ada 103 personel yang dikerahkan untuk kelancaran lalu lintas. Ia menjelaskan penutupan ruas jalan Simpang CPM, Simpang Kelenteng, Simpang Bank Jateng, Simpang Tikungan Mandala dan Jalan Veteran. “Kami terjunkan 103 personel. (Pengalihan arus) Sepanjang rute dan titik pengalihan arus,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, mengungkapkan bahwa akan ada gunungan getuk lanang dan getuk wedok yang akan diperebutkan. Ia menyebutkan “2 kuintal getuk. Diameter 2,5 meter, ketinggian 3 meter.”
Dengan skema penutupan dan pengalihan jalan yang terperinci, serta penempatan kantong parkir di berbagai titik strategis, Pemerintah Kota Magelang berusaha menjaga kelancaran lalu lintas sambil memfasilitasi partisipasi warga dalam perayaan HUT ke‑1120. Acara grebeg getuk ini menonjolkan tradisi budaya sekaligus memerlukan koordinasi logistik yang cermat.
Acara grebeg getuk ini menampilkan tradisi budaya yang telah berlangsung lama, namun pelaksanaannya memerlukan koordinasi antara berbagai instansi. Koordinasi ini terlihat dari rencana penutupan jalan, pengalihan arus, dan penempatan kantong parkir yang terstruktur, sehingga warga dapat menikmati perayaan tanpa gangguan lalu lintas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
