Gubernur Ambil 100k Tabung CNG 3kg dari China, Kurangi LPG Impor

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Gubernur Ambil 100k Tabung CNG 3kg dari China, Kurangi LPG Impor

Gambar atau konten salah?

Gubernur Indonesia kini sedang menyiapkan langkah baru untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG. Rencana ini melibatkan pengadaan 100.000 tabung CNG 3 kg dari China, yang diproyeksikan dapat menggantikan tabung LPG 3 kg di pasar domestik.

Keputusan ini didorong oleh fakta bahwa industri dalam negeri belum mampu memproduksi tabung CNG 3 kg dengan teknologi yang diperlukan. Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menjelaskan bahwa teknologi ini masih berada di luar negeri.

“Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar ya, kita belum,” ujar Laode saat ditemui di kantor kementerian. Ia menegaskan bahwa impor ini merupakan bagian dari upaya menekan tingginya impor LPG yang terus membebani negara.

Ketika ditanya apakah tabung tersebut diimpor dari China, Laode membenarkannya. “(Impor dari China?) Iya, seperti itu. Tahap awal ya,” jawabnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini hanyalah tahap awal implementasi penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah melihat penggunaan tabung CNG 3 kg sebagai solusi energi alternatif bagi masyarakat. Selain mengurangi impor LPG, program ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan gas bumi domestik.

Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Kementerian ESDM, Laode menyampaikan bahwa jika penggunaan tabung CNG 3 kg berjalan masif, pemerintah akan mendorong produsen luar negeri membangun pabrik di Indonesia. “Kalau sudah sangat masif yang di luar kita suruh masuk. Kamu kalau mau pasar ya datang ke sini. Cuma di awal kita ini dulu,” ujarnya.

Setelah proses pemesanan selesai, pemerintah menargetkan tabung tersebut dapat diuji dalam 1-2 bulan ke depan. Laode menjelaskan bahwa tabung yang sedang disiapkan menggunakan tipe khusus yang belum banyak digunakan di dunia untuk ukuran setara LPG 3 kg.

“Lalu dalam 1-2 bulan setelah itu kita sudah ada tabung yang bisa kita uji dulu. Jadi tabung ini kan kita bikin tipe (C) 4. Ini memang belum ada di dunia untuk setara LPG 3 kilo ya. Yang ada yang setara LPG 12 kilo yang sudah dipakai sekarang itu,” jelas Laode. Pengujian ini bertujuan memastikan keamanan, kualitas, serta kesiapan teknologi sebelum digunakan secara luas.

Dari sisi keamanan, pemerintah mengklaim tabung CNG 3 kg akan dirancang lebih aman dibandingkan tabung LPG yang saat ini digunakan masyarakat. Laode menekankan bahwa keamanan penggunaan CNG sangat bergantung pada kualitas tabung dan sistem valve.

“Bisa seperti itu kalau kita siapkan. Sebenarnya kuncinya kalau CNG ini adalah bagaimana menyiapkan tabung dan valve-nya ini benar-benar kuat, aman gitu. Kuncinya ada di situ,” terangnya. Ia menegaskan bahwa kunci utama terletak pada kekuatan dan keamanan valve yang dipasang.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menurunkan ketergantungan pada LPG impor dan mendorong penggunaan energi yang lebih berkelanjutan. Pengadaan tabung CNG 3 kg dari China menjadi titik awal, sementara pengembangan kapasitas produksi dalam negeri akan menjadi fokus jangka panjang. Keberhasilan program ini akan bergantung pada penerapan teknologi yang aman dan efisien serta dukungan industri dalam negeri untuk memproduksi tabung CNG setara.

Tabung CNG 3 kgImpor LPGTeknologi CNGKementerian ESDMKeamanan ValveProduksi Dalam Negeri

Komentar

Memuat komentar...