Gudang Rongsok Pesawat di Sukoharjo Dijual ke Restoran
Gambar atau konten salah?
Gudang rongsok di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, menampung 11 pesawat berukuran berbeda di area seluas 4 ribu meter persegi.
Body pesawat putih berukuran besar sudah terpotong menjadi beberapa bagian. Sayap, mesin, dan interior kabin telah dilepas. Satu gudang masih menyimpan pesawat capung utuh, tumpukan sayap, komponen mesin hingga turbin. Di sudut bangunan lain, kursi penumpang dan pilot tertumpuk bersamanya ban dan velg pesawat.
Mahdianto, alias Gudel, memimpin bisnis ini sejak 2017 di Jakarta. Pada 2020, ia mencari gudang baru dan memulai penjualan di Sukoharjo. Barang yang disimpan berasal dari maskapai Merpati 2013, Bandara Soekarno‑Hatta, Bandara Juanda, Kalimantan, serta Jakarta.
Setiap hari, beberapa orang berjaga di gudang. Mereka mempromosikan bangkai pesawat lewat Facebook. Target penjualan meliputi edukasi di sekolah penerbangan, restoran bertema pesawat, dan pajangan kolektor.
Pesawat yang dijual meliputi CASA C‑212, Fokker, Boeing, dan Cessna 150. Karena tidak layak terbang, fungsinya kini berubah menjadi bahan baku.
Seorang pembeli baru saja membeli body full Boeing, yang dipasang sebagai restoran di Majalengka, Jawa Barat. Gudel mengungkapkan bahwa body tersebut laku hampir Rp 3 miliar. Prosesnya melibatkan pengiriman tiga truk, restorasi, las, dan pengecatan oleh tenaga ahli.
Harga body pesawat bergantung pada ukuran dan estetika: Cessna dan Fokker sekitar Rp 2 miliar, Boeing antara Rp 2–3 miliar. Setelah pandemi, permintaan body menurun, namun sparepart masih dicari untuk praktik di sekolah penerbangan.
Bagian yang paling banyak dipesan adalah mesin dan kabel tembaga. Harga eceran berkisar dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta. Kursi penumpang satu set dua dijual Rp 2 juta, ban pesawat Rp 800 ribu–Rp 1 juta, dan velg Rp 1,5 juta. Turbin utuh harganya sekitar Rp 50 juta, sementara mesin hidup satu set Rp 300 juta.
Kesimpulannya, gudang rongsok di Desa Gupit menjadi pusat pengolahan dan penjualan komponen pesawat tidak terpakai. Aktivitas ini melayani berbagai kebutuhan, mulai dari edukasi hingga dekorasi restoran, dengan harga yang bervariasi sesuai jenis dan kondisi barang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
