Hara, Harimau Muda 8 Bulan, Meninggal di Kebun Binatang Bandung

Jaka M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Hara, Harimau Muda 8 Bulan, Meninggal di Kebun Binatang Bandung

Gambar atau konten salah?

Hara adalah anak harimau Benggala yang baru saja meninggal di Kebun Binatang Bandung. Ia berusia delapan bulan ketika kematian terjadi. Hara lahir pada 12 Juli 2025 bersama saudaranya, Huru, dari pasangan induk Shah Rukh Khan berusia dua puluh dua tahun dan Jelita berusia empat setengah tahun. Kelahiran keduanya menjadi sorotan karena harimau muda biasanya masih sangat kecil dan rawan penyakit.

Setelah lahir, kedua anak harimau tersebut dipelihara di kandang khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan harimau Benggala. Mereka sering terlihat bermain di area yang luas, berlari menelusuri koridor, dan saling mengejar ekor. Pada September 2025, petugas Kebun Binatang memperkenalkan Hara dan Huru kepada pengunjung. Pada saat itu, keduanya masih berusia tujuh puluh delapan hari dan tubuhnya sudah menunjukkan corak loreng khas harimau.

Induk harimau Benggala, Panthera Tigris Tigris, terus menjaga kedua anaknya dengan ketat. Pada 18 Agustus 2025, petugas mencatat kondisi harimau muda tersebut. Mereka memberi makan secara rutin, memantau kesehatan, dan memastikan lingkungan kandang tetap bersih. Kebun Binatang Bandung, yang terletak di Bandung, Jawa Barat, menambah koleksi harimau Benggala dengan dua ekor baru pada tanggal tersebut.

Dengan kelahiran Hara dan Huru, Kebun Binatang Bandung kini memiliki lima harimau Benggala. Penambahan ini menambah jumlah harimau yang dipelihara di fasilitas tersebut. Petugas menekankan pentingnya perawatan intensif bagi harimau muda, mengingat tingkat kematian yang masih tinggi pada usia pertama.

Foto Huru dan Hara disebarkan oleh Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri Mildranaya. Ia mengonfirmasi bahwa satu di antara dua anak harimau tersebut adalah Hara, yang telah meninggal di Bandung Zoo. Kata Eri dalam kutipan: “Betul, satu di antaranya itu adalah Hara (harimau Benggala yang mati di Bandung Zoo),” menegaskan identitas harimau yang dimaksud.

Eri juga menyatakan bahwa BBKSDA Jawa Barat perlu melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian anak harimau tersebut. Ia menambahkan: “Proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa telah dilakukan, dan hasil pemeriksaan secara lengkap akan disampaikan setelah seluruh proses analisis oleh dokter hewan telah selesai.”

Menutup pernyataan tersebut, Eri berkata, “Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” menunjukkan bahwa investigasi masih berlangsung. Petugas menunggu hasil analisis untuk menentukan faktor-faktor yang berkontribusi pada kematian Hara.

Kasus ini menyoroti tantangan dalam merawat harimau muda di fasilitas penangkaran. Meskipun kebun binatang memiliki fasilitas modern, kesehatan harimau masih rentan terhadap penyakit dan stres. Kematian Hara di usia delapan bulan menambah kesadaran akan pentingnya pemantauan kesehatan yang lebih intensif bagi harimau muda, serta perlunya investigasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

HaraHarimau BenggalaKebun Binatang BandungKematianInvestigasiBBKSDANekropsiKesehatan harimau

Komentar

Memuat komentar...