Helikopter Evakuasi Medis Banggai Kepulauan ke Palu untuk Pasien
Gambar atau konten salah?
Banggai Kepulauan di Sulawesi Tengah menjadi sorotan setelah warga di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggunakan helikopter untuk dibawa ke rumah sakit Palu. Kejadian ini terjadi di Desa Paisubatu, Kecamatan Buko, pada 21 Juni 2026.
Kapolres Bangkep, AKBP Ronaldus Karurukan, menjelaskan bahwa helikopter dipanggil karena kondisi pasien tidak memungkinkan menempuh perjalanan laut maupun darat yang panjang. Ia menambahkan, “Pendaratan heli dimaksud yaitu penjemputan orang sakit atas nama Hasni Libute, warga Desa Paisubatu, yang memiliki riwayat penyakit ginjal.”
Stiven Kadir, sekretaris umum Yayasan Aviasi Nusantara, menyatakan bahwa helikopter yang digunakan adalah milik yayasan. Ia mengingatkan bahwa helikopter berada di wilayah Wana saat tim yayasan sedang melakukan pelayanan masyarakat. “Tim kami melihat ada warga yang membutuhkan pertolongan darurat. Kondisi pasien sudah tidak memungkinkan menempuh perjalanan darat yang cukup jauh, apalagi jika harus menggunakan kendaraan roda dua,” ujarnya.
Menurut Stiven, setelah situasi dilaporkan ke kantor yayasan, tim lapangan memutuskan untuk melakukan evakuasi darurat. Pasien kemudian dibawa ke Palu untuk mendapat penanganan medis. Ia menegaskan bahwa yayasan sering membantu warga di daerah terpencil, khususnya wilayah pegunungan dengan akses transportasi terbatas.
Stiven menolak narasi bahwa warga menyewa helikopter. Ia mengatakan, “Narasi yang beredar seolah-olah warga menyewa atau charter helikopter sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Itu adalah bantuan evakuasi medis yang berawal dari permintaan tim dan mitra kami di lapangan.”
Video yang beredar menunjukkan helikopter hendak mendarat di lapangan Desa Paisubatu. Narasi yang beredar menuduh warga menyewa helikopter untuk berobat ke Palu, namun fakta menunjukkan helikopter tersebut dipakai sebagai alat evakuasi medis.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya akses transportasi medis di daerah terpencil. Evakuasi cepat dapat menyelamatkan nyawa, sementara klaim yang tidak akurat dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat. Dengan klarifikasi dari pihak berwenang dan yayasan, situasi dapat dipahami secara lebih jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
