Hendrik Irawan Maafkan Netizen Setelah Video Menari di SPPG
Gambar atau konten salah?
Seorang pria bernama Hendrik Irawan MBG, yang berasal dari Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sorotan publik setelah video dirinya menari di kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi viral.
Video pertama diposting di akun TikTok Hendrik Irawan pada tanggal 15 Maret 2026. Dalam rekaman itu, ia menampilkan gerakan joget yang lincah di ruang kerja SPPG.
Setelah video tersebut mendapatkan perhatian, pemilik akun menanggapi komentar netizen dengan menampilkan penghasilan harian dari program SPPG, yaitu Rp 6 juta per hari. Klaim ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat.
Video dan balasan tersebut kemudian menyebar luas, menumpuk lebih dari 1 juta penonton. Namun, kolom komentar dihapus setelah video menjadi viral, sehingga tidak ada lagi diskusi publik.
Dalam unggahan terbaru, Hendrik menyampaikan permintaan maaf kepada netizen. Ia berkata, “Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Ia juga mengirimkan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto melalui unggahan lain. Hendrik menjelaskan bahwa “Jadi itu bukan kami dapat dari jatah MBG anak-anak, tapi itu insentif dari Pak Prabowo Subianto karena saya membangun dapur SPPG ini menggunakan uang saya sendiri. Saya tidak membangun SPPG ini menggunakan uang pemerintah,” ia menegaskan.
Selanjutnya, ia menambahkan, “Saya pun mau mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku simbol negara selaku pimpinan tertinggi,” kata Hendrik.
Video ini menyoroti bagaimana reaksi publik terhadap program SPPG dan bagaimana seorang mitra berusaha menegaskan komitmennya. Ia menegaskan bahwa pendapatan yang disebutkan berasal dari insentif pribadi, bukan dana pemerintah, dan memohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
