Hoax Pocong di Purbalingga: Polisi Tegaskan Rekayasa Digital

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Hoax Pocong di Purbalingga: Polisi Tegaskan Rekayasa Digital

Gambar atau konten salah?

Isu pocong yang beredar di Kabupaten Purbalingga membuat banyak warga takjub. Sejumlah foto dan video yang diklaim menampilkan sosok tak kasat mata ini muncul di media sosial pada akhir bulan lalu.

Semua memanas ketika akun Instagram @infopurbalingga.id memuat gambar yang menunjukkan penampakan pocong di beberapa wilayah, salah satunya di Desa Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga. Akun tersebut menuliskan bahwa masyarakat harus tetap tenang karena kebenaran kejadian tersebut belum terverifikasi.

“Menanggapi video/foto yang sedang beredar di media sosial, terkait kemunculan pocong yang meresahkan masyarakat diimbau masyarakat tetap tenang, cek fakta sebelum menyebarkan informasi dan segera melapor jika ada hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar kepada pihak berwajib,” tulisan akun tersebut.

Di tengah ketegangan, Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, menegaskan bahwa semua laporan tersebut hanyalah hoaks. Ia mengatakan bahwa foto yang beredar merupakan hasil rekayasa digital oleh seorang anak di bawah umur.

“Bisa kami sampaikan bahwa isu pocong yang akhir-akhir ini marak di media sosial itu adalah hoaks,” ujar Amjat saat ditemui. Ia menambahkan, “Telah dilaksanakan beberapa kali penelusuran di Purbalingga Kidul. Bahwa itu adalah hasil editan dari seorang anak yang masih di bawah umur,” jelasnya.

Menurut pemeriksaan, anak tersebut mengambil foto rumah tetangganya, lalu mengedit gambar dengan menambahkan sosok pocong sebelum diunggah ke media sosial. “Anak tersebut mengambil foto rumah dari tetangganya kemudian diedit, lalu ditambahkan pocong,” katanya.

Polisi menyatakan bahwa masalah ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Orang tua anak tersebut diminta untuk menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik rumah yang fotonya diedit. “Kami sudah sampaikan kepada orang tua dari anak tersebut untuk meminta maaf kepada tetangganya yang rumahnya diedit ada pocongnya,” ungkapnya.

Fenomena ini tidak hanya terbatas di Purbalingga. Kasus serupa juga muncul di beberapa daerah lain, seperti Kudus dan Bekasi. “Memang sedang ramai tidak hanya di Purbalingga. Di beberapa tempat seperti Kudus dan Bekasi juga ada. Tapi ini bisa kami sampaikan adalah hoaks karena keisengan anak-anak,” terangnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing rasa takut berlebihan. “Kami mengimbau kepada warga masyarakat Purbalingga untuk tidak termakan isu tersebut,” katanya.

Selain itu, petugas menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal yang mungkin memanfaatkan situasi kepanikan. “Jangan sampai lengah. Jangan sampai nanti ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ketika kita takut kemudian lengah, malah terjadi tindak pidana lain seperti pencurian dan lain-lain,” pungkasnya.

Keseluruhan peristiwa ini menyoroti betapa mudahnya rumor menyebar di era digital. Warga diingatkan untuk selalu memverifikasi sumber sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi, terutama yang menimbulkan ketakutan. Dengan kewaspadaan dan pengetahuan, masyarakat dapat menghindari dampak negatif dari hoaks yang beredar di media sosial.

PocongHoaksPurbalinggaMedia SosialRekayasa DigitalKewaspadaanPolisi

Komentar

Memuat komentar...