Hotel Bintang Dua TPK 46% Jadi Pilihan Utama Wisatawan Sulawesi Selatan
Gambar atau konten salah?
Hotel bintang dua menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Selatan pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat hunian kamar (TPK) sebesar 46,44 % di kelas hotel tersebut. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan klasifikasi hotel berbintang lainnya.
Di sisi lain, BPS mencatat TPK hotel bintang tiga hanya 39,89 %. Sedangkan hotel bintang empat dan lima berada di angka 38,76 %. Untuk hotel bintang satu, TPK tercatat 28,16 %, naik 7,87 % dibanding bulan yang sama tahun lalu. Meski tumbuh, angka ini tetap menempatkan hotel bintang satu sebagai kelas dengan peminat terendah.
TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya di Sulawesi Selatan berada di 18,23 % pada Maret 2026. Angka tersebut naik 4,69 % jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
BPS membagi hotel nonbintang menjadi empat kelas. Kelas satu memiliki 40 kamar. Pada Maret 2026, mayoritas wisatawan memilih menginap di hotel nonbintang kelas tiga. TPK di kelas ini mencapai 23,51 %. Disusul kelas empat dengan 20,35 %, kelas dua dengan 16,56 %, dan kelas satu hanya 4,85 %.
Minat tinggi terhadap hotel bintang dua terjadi di tengah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang melonjak 80,31 % dari tahun lalu. Total kunjungan turis asing ke Sulawesi Selatan tercatat mencapai 2.344 orang sepanjang Maret 2026. Wisatawan asal Malaysia menjadi pengunjung mancanegara terbesar dengan total 1.344 kunjungan. Selanjutnya disusul oleh wisatawan asal Tiongkok yang mencapai 227 kunjungan sepanjang Maret 2026.
Namun, banyak turis asing tersebut tidak betah berlama-lama menginap di hotel berbintang. BPS mencatat rata-rata lama menginap seluruh tamu hanya 1,45 malam. Durasi menginap tersebut bahkan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Maret tahun lalu. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa sebagian besar wisatawan masih menjadikan Sulawesi Selatan sebagai titik perlintasan.
Data ini menunjukkan bahwa hotel bintang dua menjadi segmen paling populer di kalangan wisatawan, sementara wisatawan asing cenderung menginap singkat. Hal ini menandai potensi pengembangan akomodasi menengah di Sulawesi Selatan, yang dapat menarik lebih banyak kunjungan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
