Hujan Deras Ambrol Jalan, Rumah Terserang di Semarang
Gambar atau konten salah?
Semarang – Hujan deras pada sore hari menyebabkan jalan di Gang Sriyatno 02, RT 2 RW 4, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang menjadi ambrol. Akibatnya, ujung jalan menenggelam ke Sungai Silandak dan aspal tergerus lebih dari lima meter.
Di tengah kerusakan, beberapa rumah warga terletak tepat di depan jalan yang ambrol, menambah rasa khawatir. Akses ke rumah-rumah tersebut pun terganggu, sehingga warga tidak dapat keluar masuk dengan mudah.
Supriyanto (49) mengingatkan bahwa sebelum hujan, di ujung jalan tersebut berdiri sebuah pos dan beton paku bumi. “Sebelum ambrol ini cuma jalan, ada pos, ada beton buat paku bumi, jebol juga,” ujarnya ketika ditemui di lokasi pada 15 Mei 2026.
Menurut Supriyanto, hujan deras disertai suara petir yang keras. Ia sedang memasak ketika petir menakutkan, lalu ia keluar dan menemukan aliran air yang sangat deras. Ia pun berusaha menyelamatkan gerobak di ujung jalan agar tidak hanyut. “Saya lagi masak, nah itu petir kan besar-besar, lah saya takut. Nah, takut langsung kan saya keluar. Wah, keluar sudah besar sekali (aliran airnya). Nah saya menyelamatkan gerobak di sini biar enggak keli (hanyut),” kata Supriyanto.
Air Sungai Silandak sempat meluap, menimbulkan banjir di jalan. Ketinggiannya mencapai lutut. “(Ada air) dari sana (atas). Lah ini kan (di sungai) sudah penuh semua air. Tingginya segini, selutut lah,” tambahnya.
Ketika jalan mulai ambrol, Supriyanto sudah berada di dalam rumah kontrakannya. Ia mengaku bahwa banjir di wilayah itu termasuk yang paling parah. “(Saat kejadian) enggak dengar (ada suara ambrolan). Langsung masuk rumah (setelah menyelamatkan gerobak), (pas keluar) sudah seperti ini,” ungkapnya. Ia membandingkan kejadian ini dengan banjir pada tahun 2010. “Ini (banjir) yang paling besar. Ini seperti (banjir) 2010. 2010 kan juga besar ya, ini persis,” jelasnya.
Supriyanto berharap pemerintah dapat segera membantu memperbaiki kondisi jalan. “Perlu dibantu langsung biar dibangun lagi seperti semula,” pungkasnya.
Ketua RT 2, Heri Supriyanto (49), menegaskan bahwa ada setidaknya tujuh rumah di gang tersebut. “Totalnya di gang ini ada tujuh rumah,” terang Heri.
Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya infrastruktur di daerah ini ketika menghadapi hujan deras. Banjir yang menimpa jalan dan rumah warga di Ngaliyan menandakan perlunya perhatian lebih pada pembangunan dan pemeliharaan jalan serta sistem drainase di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
