Hujan Deras di Cawas, Klaten: Rumah Rusak, Tanpa Korban Jiwa
Gambar atau konten salah?
Sabtu, 28 Maret 2026, hujan deras dan angin puting beliung melanda Kecamatan Cawas, Klaten pada sore hari. Angin kencang memaksa udara menjadi gelombang, menimbulkan guncangan di tanah dan bangunan.
Menurut Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Klaten, Anjung Darojati Nurzaman, data kerusakan sampai pukul 19.00 WIB mencakup lima desa: Balak, Cawas, Mlese, Baran, dan Tirtomarto. Hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB, lalu angin menggulung, menimbulkan kerusakan pada puluhan bangunan.
Jumlah kerusakan sementara dilaporkan 30 rumah rusak ringan, satu masjid rusak ringan, satu musala rusak ringan, satu gereja rusak ringan, dan lima pohon tumbang. “Tidak ada laporan korban jiwa atau luka,” kata Anjung. “Tidak ada laporan korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut.” Camat Cawas, Joko Purwanto, menegaskan hal tersebut dan menambahkan bahwa penanganan langsung dilakukan bersama relawan, BPBD, muspika, dan pihak desa.
Joko menjelaskan bahwa atap rumah di beberapa lokasi terbang, namun tidak menimbulkan korban. “Ini langsung ditangani meskipun sebenarnya akan halalbihalal, terutama untuk pohon tumbang. Ada lima desa, kerusakan hanya atap rumah ringan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menjaga pohon yang rawan tumbang dan mengingatkan warga tetap waspada.
Seorang warga, Joko Sarwono, menceritakan pengalaman pribadi. “Atap rumah karena di pinggir sawah tidak mampu menahan angin akhirnya terbang. Ini ke belakang sekitar 25 meter di rumah tetangga,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa keluarga tidak mengungsi karena masih bisa tinggal, namun ketika angin datang, mereka sempat mengungsi ke tempat tetangga yang lebih aman. “Ya karena lihat kondisi yang tidak kondusif langsung mengungsi ke tempat tetangga yang lebih aman,” tambahnya. Sarwono menegaskan bahwa rumah tetangga kebanyakan genteng terbang karena menggunakan genteng tanah, namun tidak ada korban.
Respons cepat dari BPBD dan relawan menunjukkan koordinasi yang baik di daerah terdampak. Meskipun kerusakan tidak terlalu parah, upaya pemulihan dan pencegahan diharapkan dapat meminimalisir dampak serupa di masa depan. Warga diingatkan untuk selalu memeriksa kondisi atap dan pohon di sekitar rumah, terutama di daerah dataran rendah dan tepi sawah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
