Hujan Deras Sukabumi 24 Mei: Banjir, Tiang Listrik Roboh

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 114 dibaca
Bisik.id
Hujan Deras Sukabumi 24 Mei: Banjir, Tiang Listrik Roboh

Gambar atau konten salah?

Hujan deras di Sukabumi pada 24 Mei 2026 mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan tiang listrik roboh di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, menginformasikan bahwa peristiwa tersebut dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mencatat beberapa titik desa terdampak parah.

Bencana banjir dan longsor akibat hujan deras. Salah satu titik longsor terjadi di Kampung Cimapag RT 03/09, Desa Loji, di mana TPT (Tembok Penahan Tanah) Sekolah PAUD Al Hadi tergerus longsor setinggi 8 meter dan lebar 10 meter, ujar Dandi dalam keterangannya.

Material longsoran menimpa bahu jalan nasional Ruas Bagbagan-Kiaradua. Beruntung, akses jalan tetap terbuka dan masih dapat dilalui kendaraan. Dandi menambahkan, Kendaraan roda dua maupun roda empat masih bisa melintas, namun kami mengimbau pengendara untuk berhati-hati. Akibat kejadian ini, satu unit bangunan PAUD Al Hadi berada dalam kondisi terancam susulan longsor, ungkapnya.

Luapan air juga memicu banjir yang merendam sejumlah ruas jalan. Di Desa Sangrawayang, jalan desa menuju Kampung Ciporekat tergenang air setinggi 30 sentimeter, sehingga aspal jalan mulai tergerus arus. Banjir juga merendam jalur wisata Provinsi Ruas Loji-Geopark Ciletuh dengan ketinggian air 30 hingga 40 cm. Dampak cuaca ekstrem ini tak hanya memutus akses jalan, tetapi juga membuat atap dapur salah seorang warga di Desa Cihaur ambruk.

Unsur gabungan P2BK, perangkat desa, Tagana, TNI/Polri, Satpol PP, dan relawan warga tengah bersiaga. Mereka melakukan asesmen lanjutan di berbagai titik lokasi kejadian. Dandi menegaskan, Kondisi saat ini di jalur ruas menuju Loji-Geopark dan Bagbagan-Cimapag memang masih ada genangan. Kendaraan melintas dengan sistem bergantian dikarenakan kondisi hujan yang masih cukup tinggi. Kami mengimbau masyarakat dan pengendara agar tetap waspada, pungkasnya.

Sementara itu, sebuah tiang listrik milik PLN juga dilaporkan roboh di kawasan Puncak Dini, yang merupakan akses jalur menuju kawasan Geopark Ciletuh. Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Palabuhanratu, Noerman Perbawana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut tumbangnya tiang diakibatkan oleh pergerakan tanah di sekitar lokasi akibat cuaca ekstrem.

Betul infonya akibat hujan yang intensitas lama, sehingga tanahnya tergerus longsor, ungkap Noerman. Meski insiden cukup parah, ia memastikan tidak ada gangguan aliran listrik yang dialami oleh masyarakat sekitar. Petugas saat ini tengah fokus melakukan penanganan dan evakuasi tiang di lokasi kejadian. Betul sedang proses penanganan, alhamdulillah tidak ada (pemadaman ke pelanggan) karena dimanuver atau dialihkan suplainya, jelas Noerman.

Secara keseluruhan, hujan deras di Sukabumi menimbulkan serangkaian bencana alam yang mengganggu lalu lintas, mengancam bangunan, dan menimbulkan risiko bagi warga. Tim penanggulangan masih aktif memantau kondisi dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi lebih lanjut.

Hujan derasBanjirLongsorSukabumiGeopark CiletuhPLNP2BK

Komentar

Memuat komentar...