Hujan Es, Petir dan Angin Kencang Rendam Bandung, BMKG Peringat
Gambar atau konten salah?
Siang itu, langit di Bandung tampak biasa, terik dan menyengat. Pada pukul 14.00 WIB, suhu sudah membungkus kawasan Gedebage. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.
Perubahan datang perlahan. Awan hitam mulai menggantung di cakrawala, datang dari pusat Kota Bandung dan bergerak menuju Gedebage. Dalam hitungan menit, suasana cerah berubah menjadi muram. Tepat pukul 14.30 WIB, hujan angin tiba‑tiba mengguyur kawasan tersebut, disertai kilat dan petir yang menyambar‑nyambar. Angin bertiup kencang, membuat pepohonan bergoyang hebat.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Gedebage. Di Arcamanik, warga dikejutkan dengan turunnya hujan es. "Hujan es," kata Gita singkat melalui pesan. Ia menyebut peristiwa itu terjadi di Jalan Golf Raya, dengan butiran es yang cukup besar jatuh dari langit. Kesaksian serupa datang dari Sugiyarto, warga Perumahan Permata Bumi, Cisaranten Kulon. "Hujan es di Perumahan Permata Bumi, Cisaranten Kulon, Arcamanik. Durasinya cukup lama," ujarnya.
Fenomena ini rupanya tidak terjadi di satu titik saja. Di kawasan Rancasari, tepatnya di Riung Bandung, hujan es juga dilaporkan turun bahkan sebelum hujan deras disertai angin. "Hujan es di Jalan Riung Bandung, es berjatuhan sebelum hujan angin. Esnya gede‑gede," kata Esan. Laporan serupa juga datang dari wilayah Margahayu Raya di Buahbatu serta daerah Cibiru.
Seorang ahli meteorologi menegaskan bahwa kondisi ini biasanya dipicu oleh pemanasan kuat sejak pagi hingga siang hari. BMKG telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa awan jenis Cumulonimbus sering menjadi “pabrik” cuaca ekstrem, membawa hujan lebat, angin kencang, petir, bahkan hujan es dalam waktu singkat. "Biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus)," kata Ayu, sapaan akrabnya.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain berlindung di tempat aman saat petir, masyarakat diminta menghindari pohon, tiang listrik, dan area terbuka yang berisiko saat angin kencang. Daerah dengan kontur curam juga diminta waspada terhadap potensi longsor, sementara wilayah dataran rendah perlu mengantisipasi genangan hingga banjir. "Diprakirakan satu hingga tiga hari ke depan masih terdapat potensi hujan (pada skala lokal) pada siang hingga malam hari di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya (wip/dir).
Cuaca ekstrem ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Sementara hujan es dan petir menambah ketidakpastian, langkah sederhana seperti mencari tempat berlindung dan menghindari area rawan dapat mengurangi risiko. Dengan pemantauan yang terus menerus, BMKG berharap potensi bahaya dapat diminimalkan, dan warga dapat merespons perubahan cuaca dengan cepat dan tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
