Hujan Lebat di Solo Raya Membuat Banjir 9 Kelurahan
Gambar atau konten salah?
BMKG Ahmad Yani Semarang melaporkan hujan lebat yang terjadi di wilayah Solo Raya dan sekitarnya pada Selasa, 14 April 2026 dipicu oleh sejumlah faktor lokal. Potensi hujan masih diperkirakan akan berlangsung hingga sore dan malam hari.
Menurut Winda Ratri, prakiraan BMKG Ahmad Yani Semarang, wilayah Solo Raya hingga Kabupaten Semarang dilanda hujan dengan intensitas lebat-sangat lebat pada Selasa, 14 April 2026. Ia menjelaskan bahwa:
"Sebaran curah hujan harian kemarin itu memang di wilayah Jawa Tengah secara umum hujannya ringan hingga sedang. Namun beberapa wilayah seperti Solo Raya hampir semua, Kabupaten Wonogiri, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Boyolali, Kemudian sebagian wilayah pegunungan tengah seperti Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, memang kemarin hujannya intensitasnya hingga lebat, bahkan sangat lebat," jelas Winda.
Winda menambahkan bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi dipicu oleh faktor lokal. Ia menegaskan bahwa El Nino tidak menjadi penyebab hujan deras tersebut. “Hujannya sekarang itu lebih kepada karena masih peralihan musim, dari musim penghujan ke musim kemarau. Kemudian lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lokalnya. Faktor lokalnya itu antara lain kelembaban di daerah tersebut, kemudian labilitas atau stabil atau tidaknya udara,”
Ia juga menjelaskan dampak El Nino: “Dampak dari El Nino itu sebenarnya bukan, karena kalau El Nino itu kan kebalikannya. Jadi secara umumnya di Indonesia dampaknya akan membuat curah hujan kita semakin sedikit atau semakin kering,”
Winda menyoroti bahwa labilitas di wilayah Solo Raya dan sekitarnya pada Selasa, 14 April 2026 sangat tinggi. Sementara di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Semarang hujan dengan intensitas sangat tinggi dipicu faktor geografis. “Nah, berdasarkan pantauan kemarin, memang di wilayah Solo Raya indeks stabilitasnya itu tinggi dibandingkan daerah yang lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Winda menerangkan bahwa beberapa wilayah di Solo Raya mengalami intensitas hujan sangat lebat. Di sebagian titik di wilayah tersebut bahkan diguyur hujan ekstrem. “Jadi memang untuk wilayah Solo Raya itu sebagian besar sedang sampai lebat. Kemudian beberapa wilayah seperti Kota Surakarta bagian barat itu sampai sangat lebat. Ada sebaran hujan yang memang sampai ekstrem tapi itu masih lokal, hanya titik-titik kecil,”
Ia menambahkan bahwa wilayah Sukoharjo yang berbatasan dengan Kabupaten Klaten agak selatannya Surakarta tentu itu ekstrem. Kabupaten Semarang yang perbatasan Boyolali itu juga ekstrem. Tapi itu memang hanya sebagian kecilnya,
Winda menilai potensi cuaca ekstrem di masa peralihan ini sangat besar. “Potensi cuaca ekstrem, ya, termasuk hujan lebat disertai angin, kemudian sambaran petir, hujan es, puting beliung, hujan disertai angin kencang,” tutur Winda. Ia memprakirakan cuaca di Kota Solo akan terjadi hujan sedang pada sore atau malam hari, dan kondisi tersebut juga diperkirakan akan berlangsung di Karanganyar.
“Malam ini untuk saat ini sebaran hujan masih di Kabupaten Karanganyar yang pegunungan, contoh dari citra radar. Tapi, untuk nanti malam (wilayah Kota Solo) potensinya ada, tapi sedang,” pungkasnya.
Di sisi lain, sembilan kelurahan di Kota Solo terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak tadi malam. Ratusan rumah terendam, sejumlah warga sempat mengungsi. Pemerintah Kota Solo mengungkapkan penyebab banjir menggenang di sembilan kelurahan. Salah satunya karena tidak ada talud di sepanjang aliran Sungai Jenes.
Menurut sekretaris daerah Budi Murtono, rumah yang berada di aliran Sungai Jenes terdampak banjir karena belum ada talud. Ia menyebut salah satu wilayah terdampak yakni RT 03 RW 15, Tipes, Serengan. “Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir,” katanya.
Berikut kelurahan yang terdampak menurut data BPBD Kota Solo:
- Pajang
- Kratonan
- Joyosuran
- Tipes
- Bumi
- Joyontakan
- Panularan
- Sondakan
- Laweyan
Budi Murtono mengatakan bahwa saat ini banjir di Kota Solo sudah mulai surut. “Ya lumayan tinggi ya, semalam ada yang selutut, ada yang sedada. Sudah (surut) hampir rata-rata sudah. Ini tadinya kan karena intensitas air yang tadi malam yang tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, cuma kan kita antisipasi yang hari-hari berikutnya,” ujar dia.
Hujan lebat di Solo Raya menandai peralihan musim penghujan ke musim kemarau, di mana faktor lokal seperti kelembaban dan stabilitas udara memegang peranan penting. Meskipun El Nino tidak memengaruhi intensitas hujan, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih menjadi perhatian. Banjir di Kota Solo, terutama di wilayah Sungai Jenes, menyoroti perlunya pembangunan talud dan tanggul. Pemerintah daerah terus memantau situasi dan menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak banjir di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
