Hujan Terbuka di Jawa Tengah, BMKG Peringatkan Banjir
Gambar atau konten salah?
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprediksi sebagian wilayah di Jawa Tengah akan disinari hujan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
“Pagi cerah berawan hingga berawan. Diprakirakan hujan ringan di wilayah Solo Raya dan sekitarnya,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, dalam keterangan tertulis, 15 April 2026. Pada siang hingga sore dan awal malam, cuaca diperkirakan berawan dengan kemungkinan hujan ringan hingga sedang.
“Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, Jateng selatan, sebagian Solo Raya, dan sekitarnya,” lanjutnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat memengaruhi berbagai daerah.
“Waspada bencana hidrometeorologi beserta dampaknya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang/puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, genangan air, dll,” tambahnya.
Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celcius, sementara kelembaban udara berada di kisaran 60–95 persen.
Berikut prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang yang berlaku 15 April 2026 pukul 07.00–19.00 WIB:
- Hujan sedang–lebat: Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Boyolali, Mungkid, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Bumiayu, dan Majenang.
- Hujan ringan–sedang: Klaten, Sukoharjo, Grobogan, Blora, Demak, Magelang, Solo, Salatiga, Semarang, dan Ambarawa.
- Hujan ringan: Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Brebes, Pekalongan, dan Tegal.
Prakiraan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah yang rawan banjir atau tanah longsor, agar dapat mengurangi risiko kerugian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
