Idul Adha 2026 Sebar Merata, Dipastikan 27 Mei Indonesia

Wulan M. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Idul Adha 2026 Sebar Merata, Dipastikan 27 Mei Indonesia

Gambar atau konten salah?

Kurang dari dua pekan lagi, umat Islam di Indonesia akan merayakan Idul Adha 2026, atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban. Seiring berjalannya waktu, banyak orang bertanya apakah perayaan ini akan berlangsung serentak di seluruh negeri.

Di Indonesia, penentuan awal bulan Hujriah dapat dilakukan dengan dua metode: hisab dan rukyat. Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi, sedangkan rukyat mengandalkan pengamatan hilal secara langsung. Karena perbedaan pendekatan ini, hasil penetapan hari raya sering kali berbeda antara pemerintah dan organisasi Islam, seperti Muhammadiyah.

Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, tanggal 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026. Jadwal ini sejalan dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, yang menetapkan 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 H akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026.

Namun, keputusan resmi pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada Minggu, 17 Mei 2026. Jika sidang tersebut mengonfirmasi prediksi kalender Kemenag, maka Idul Adha 2026 akan berlangsung serentak di Indonesia.

Organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yaitu pengamatan hilal secara langsung. Karena itu, NU baru akan menetapkan Idul Adha 2026 setelah rukyat hilal pada akhir Zulkaidah. Meski demikian, Almanak NU memprediksi Idul Adha 2026 jatuh pada 27 Mei 2026, sejalan dengan mekanisme sidang isbat pemerintah.

Menurut laman Kementerian Agama, posisi hilal pada tanggal 29 Zulkaidah 1447 H telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. Artinya, malam setelah Maghrib pada tanggal 29 Zulkaidah 1447 H (17 Mei 2026) sudah masuk tanggal 1 Dzulhijjah. Dengan demikian, tanggal 10 Dzulhijjah atau Hari Raya Idul Adha 2026 secara hisab jatuh pada 27 Mei 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengungkapkan: “Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi kriteria imkan rukyat.” Pernyataan ini diambil dari laman Kemenag pada Minggu, 10 Mei 2026. Abu menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif, sehingga masyarakat diimbau menunggu ketetapan resmi setelah sidang isbat.

Hasil analisa tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa pada 17 Mei 2026 posisi hilal saat Maghrib sudah cukup tinggi di seluruh Indonesia dan hampir seluruh dunia. Berdasarkan perhitungan astronomi, kriteria penetapan awal Zulhijah, baik Muhammadiyah, pemerintah, maupun Arab Saudi, diperkirakan sama-sama terpenuhi.

Thomas Djamaluddin, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, menyatakan: “Insyaallah Idul Adha 1447 H seragam.” Ia menambahkan, “Maka, KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Idul Adha 27 Mei 2026.”

Dengan semua data tersebut, kemungkinan Idul Adha 2026 akan berlangsung serentak di Indonesia. Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU semua mengarah pada tanggal 27 Mei 2026, sementara sidang isbat pada 17 Mei 2026 akan menjadi penentu akhir. Masyarakat diharapkan menunggu keputusan resmi sebelum memulai persiapan perayaan.

Secara keseluruhan, Idul Adha 2026 diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 dan kemungkinan akan dirayakan serentak di seluruh Indonesia. Penetapan akhir akan ditentukan setelah sidang isbat pada 17 Mei 2026, yang akan mengonfirmasi apakah semua pihak setuju pada tanggal tersebut. Dengan demikian, umat Islam dapat merencanakan perayaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Idul Adha 2026Hari Raya KurbanPenetapan Awal Bulan HujriahHisabRukyatKemenagSidang Isbat

Komentar

Memuat komentar...