Idul Adha 2026: Sholat Dimulai 12 Menit Setelah Matahari

Nurul H. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Idul Adha 2026: Sholat Dimulai 12 Menit Setelah Matahari

Gambar atau konten salah?

Idul Adha 2026 akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Maret 2026. Umat Islam di seluruh Indonesia akan menunaikan sholat sunah dua rakaat di pagi hari. Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha biasanya di antara terbit matahari dan tergelincirnya, sehingga umat dapat mempersiapkan kurban sebelum pelaksanaan sholat.

Dalam Kitab Fathul Qarib Al-Mujib fi Syarhi Alfazh Al-Taqrib atau Al-Qawl Al-Mukhtar fi Syarh Ghayatil Ikhtishar karya Abu Abdillah Muhammad bin Qasim bin Muhammad Al-Ghazi ibn Al-Gharabili, disebutkan: “وقت صلاة العيدين ما بين طلوع الشمس وزوالها”. Artinya: waktu pelaksanaan sholat Ied adalah di antara terbitnya matahari dan tergelincirnya.

Waktu Idul Adha biasanya lebih awal dibandingkan Idul Fitri. Anjuran ini diambil dari hadits riwayat Jundub yang menyatakan: “Nabi SAW, ketika beliau mengerjakan sholat Idul Fitri, maka beliau mengerjakannya manakala Matahari telah meninggi dua tombak (agak sedikit siang). Sementara ketika mengerjakan sholat Idul Adha, maka beliau mengerjakannya manakala meninggi satu tombak.”

Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa satu tombak setara dengan 12 menit setelah matahari terbit. Angka 12 menit berasal dari perhitungan astronomi yang menunjukkan kapan matahari mencapai tinggi satu tombak.

Menurut data yang diambil pada 27 Mei 2026, waktu matahari terbit di Kota Makassar adalah pukul 06.00 Wita. Dengan penambahan 12 menit, umat Makassar dapat memulai sholat Idul Adha pada pukul 06.12 Wita. Sementara di Kota Jayapura, matahari terbit pada pukul 05.31 WIT, sehingga sholat dapat dimulai pada 05.43 WIT. Di Jakarta, matahari terbit pada pukul 05.53 WIB, sehingga pelaksanaan sholat dimulai pada 06.07 WIB.

Ustadz Abdul Somad menegaskan: “Setan menghampiri Matahari itu selama setinggi tombak. Setelah dihitung menurut ilmu astronomi 12 menit.” Ia menambahkan, “Karena waktu inilah yang dipakai untuk menyembah berhala, maka tidak boleh sholat pada Waktu itu. Setelah lewat setinggi tombak (Matahari), barulah kita boleh sholat.”

Berikut adalah niat dan tata cara sholat Idul Adha lengkap, mulai dari takbir hingga salam.

Niat Sholat Idul Adha

Untuk imam: أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rakataini mustaqbilal qiblati imåman lillahi ta'ala. Allahu Akbar.
Artinya: “Saya berniat sholat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taala.”

Untuk makmum: أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rakataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillahi ta'ala. Allahu Akbar.
Artinya: “Saya berniat sholat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala.”

Tata Cara Sholat Idul Adha Rakaat Pertama

  1. Membaca niat sholat Idul Adha.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Takbir tambahan sebanyak 7 kali. Setiap jeda takbir diikuti doa: سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ (Arab Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar.).
  5. Membaca surah Al-Fatihah.
  6. Membaca surah Al-A'la.
  7. Rukuk.
  8. I'tidal.
  9. Sujud pertama.
  10. Duduk di antara dua sujud.
  11. Sujud kedua.
  12. Berdiri dan takhir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi berdiri).

Tata Cara Sholat Idul Adha Rakaat Kedua

  1. Takbir tambahan sebanyak 5 kali dengan doa yang sama.
  2. Membaca surah Al-Fatihah.
  3. Membaca surah Al-Ghasyiyah.
  4. Rukuk.
  5. I'tidal.
  6. Sujud pertama.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Sujud kedua.
  9. Duduk tasyahud akhir.
  10. Salam.

Penggunaan takbir tambahan dan doa yang berulang menegaskan kesungguhan umat dalam menunaikan sholat Idul Adha. Setiap langkah diikuti dengan bacaan yang telah ditetapkan, menjaga keselarasan ritual dan kesucian niat.

Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha di berbagai kota menunjukkan pentingnya penyesuaian dengan kondisi matahari lokal. Di Makassar, Jayapura, dan Jakarta, perbedaan waktu terbit matahari menimbulkan variasi 12 menit, yang menjadi patokan bagi umat untuk memulai sholat. Penyesuaian ini juga mengingatkan bahwa sholat tidak boleh dilaksanakan sebelum matahari mencapai tinggi satu tombak, karena waktu tersebut dianggap sebagai masa penyembahan berhala.

Dengan mengikuti tata cara yang telah ditetapkan, umat Islam dapat menunaikan sholat Idul Adha secara penuh kesadaran dan ketelitian. Waktu yang tepat, niat yang jelas, serta urutan langkah yang teratur menjadi kunci utama dalam menjaga keabsahan ibadah.

Kesimpulannya, Idul Adha 2026 menuntut umat untuk memulai sholat di antara terbit matahari dan tergelincirnya, dengan penyesuaian waktu 12 menit setelah matahari terbit. Niat yang jelas dan tata cara yang terstruktur memastikan ibadah berlangsung sesuai tuntunan agama, sekaligus menghormati nilai sejarah dan tradisi keagamaan.

Idul Adha 2026Waktu SholatSatu Tombak12 MenitTerbit MatahariKota MakassarUstadz Abdul Somad

Komentar

Memuat komentar...