Idul Adha: Hindari Daging Berlemak Berlebih, Jaga Kesehatan
Gambar atau konten salah?
Idul Adha biasanya dipenuhi dengan olahan daging yang melimpah di meja makan. Sate, gulai, rendang, tongseng, dan hidangan lain sering tersaji hampir sepanjang hari. Tradisi ini menambah kehangatan perayaan, namun juga menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Dr. Aru Ariyanto, SpPD‑KGEH, seorang spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi‑hepatologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menekankan pentingnya tidak berlebihan saat merayakan Idul Adha. Ia diinterview pada Kamis, 21 Mei 2026, dan mengingatkan bahwa pola makan yang berubah drastis dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan asam urat.
“Yang penting jangan berlebih, jangan kemudian mentang-mentang ini Lebaran Idul Adha, kemudian kita makan daging secara berlebih. Usahakan makan seperti biasa,” ujarnya. Ia menekankan bahwa risiko tersebut harus diperhatikan lebih serius pada orang yang sudah memiliki kondisi tertentu, termasuk diabetes, hipertensi, atau gangguan metabolik lainnya.
Selain jumlah daging, cara pengolahannya juga menjadi faktor penting. Ia menyarankan untuk menghindari olahan yang terlalu asin, terlalu berminyak, atau terlalu berlemak. Menurutnya, makanan dengan santan berlebih atau kandungan lemak tinggi dapat memicu peningkatan kolesterol, asam urat, hingga tekanan darah.
“Masa harian itu dari pagi sampai malam dari sate, gulai, tongseng sampai rendang. Jangan,” tambahnya. Ia menyoroti kebiasaan sebagian orang yang terus-menerus mengonsumsi berbagai olahan daging sepanjang Idul Adha. Untuk mengurangi beban organ tubuh, ia menyarankan agar konsumsi daging disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, terutama bagi penderita gagal ginjal atau gangguan metabolik, karena protein berlebihan dapat memperberat kerja organ.
Sebagai alternatif yang lebih ringan, dr. Aru menyebut olahan seperti sate atau sop bening cenderung lebih baik dibandingkan makanan dengan kuah santan pekat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan isi piring saat mengonsumsi daging kurban. “Dalam satu porsi piring itu usahakan keseimbangan atau isi dari piring tersebut yang baik. Di situ ada karbohidrat, di situ ada daging atau protein, di situ ada serat,” jelasnya.
Menurutnya, pola makan seimbang dapat membantu tubuh tetap sehat sekaligus mencegah lonjakan gula darah maupun kolesterol setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan protein selama Idul Adha. Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?
Kesimpulannya, meski Idul Adha adalah waktu untuk berbagi kebahagiaan lewat hidangan lezat, tetap penting menjaga pola makan. Mengontrol porsi, memilih metode memasak yang lebih sehat, dan menyeimbangkan nutrisi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi mereka yang rentan terhadap gangguan metabolik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026