Idulfitri Cimahi: 3.000 Jemaah Bersatu, Kalender Khgt

Surya B. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Idulfitri Cimahi: 3.000 Jemaah Bersatu, Kalender Khgt

Gambar atau konten salah?

Jumat, 20 Maret 2026, ruang terbuka di Cimahi disiapkan dengan alas sajadah di atas tanah yang masih lembap. Para jamaah Muhammadiyah berkumpul, mendengarkan takbir yang berderak dari pengeras suara, dan memulai salat Idul Fitri pukul 07.00 WIB. Di kejauhan, beberapa orang datang terlambat, berlari kecil menuju barisan pria dan wanita yang diatur terpisah.

Barisan salat membentang dari kanan ke kiri, lalu ke depan dan belakang. Garis-garis di tepi barisan dibuat dengan tali rafia kuning agar tetap lurus. Di samping, penjual mainan menarik perhatian anak-anak yang duduk tenang di bawah pengawasan orang tua. Suara lantunan doa imam terdengar berirama, sekaligus terdengar tangisan kecil anak-anak yang menutup suasana lembut.

Setelah selesai, salat berlangsung sekitar 10 menit dan diikuti khutbah yang menyoroti tantangan zaman yang tidak sederhana, konflik berlanjut, hingga dampak ekonomi pada kehidupan warga.

Ir. Syamsurijal, Ketua PD Muhammadiyah Kota Cimahi, melaporkan bahwa total jamaah mencapai sekitar 3.000 orang. Ia menegaskan bahwa para jamaah berasal tidak hanya dari Cimahi, melainkan juga dari wilayah sekitarnya.

Ia menambahkan bahwa Penetapan Awal Ramadan dan 1 Syawal diatur melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), metode yang dipermukaan Majelis Tarjih dan Tajdid. Menurutnya, proses penetapan ini serupa dengan penetapan kalender Masehi, dan perbedaan dengan metode Nahdlatul Ulama (NU) tidak menjadi masalah bagi umat Islam.

Ir. Syamsurijal menegaskan, “Kami saling menghormati dan menghargai perbedaan. Ini hanya perbedaan metode, bukan perbedaan iman.” Ia memohon agar umat Islam tetap bersatu, menekankan bahwa perbedaan tidak mengurangi kesatuan bangsa Indonesia.

Setelah salat, jamaah tidak langsung pergi. Mereka berinteraksi, bertukar salam, dan memohon maaf atas kesalahan masa lalu. Suasana hangat menandai akhir Idul Fitri 1447 Hijriah di Cimahi.

Ringkasan: Pada 20 Maret 2026, Salat Idul Fitri di Cimahi mengumpulkan sekitar 3.000 jamaah Muhammadiyah. Setelah penyampaian khutbah, para jamaah tetap bersatu, menekankan pentingnya persatuan umat Islam meski perbedaan metode penetapan kalender. Kegiatan ini menegaskan solidaritas komunitas Muslim di wilayah tersebut.

Salat IdulfitriMuhammadiyahCimahiKalender Hijriah Global TunggalNUPersatuan Umat Islam

Komentar

Memuat komentar...