Ikan Sapu‑Sapu Asal Amazon Mengancam Sungai Indonesia

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Ikan Sapu‑Sapu Asal Amazon Mengancam Sungai Indonesia

Gambar atau konten salah?

Ikan sapu-sapu yang sering ditemukan di sungai-sungai Indonesia sebenarnya bukan spesies asli. Ikan ini berasal dari kawasan Amazon dan termasuk dalam keluarga Loricariidae. Di perairan Indonesia, ia hampir tidak memiliki pemangsa alami, sehingga dapat berkembang biak dengan bebas.

Spesies ini tidak hanya menjadi masalah di Indonesia. Keberadaannya juga menimbulkan gangguan di berbagai perairan tawar beriklim hangat di dunia, mulai dari Florida, India, hingga Sri Lanka. Ikan ini dikenal dengan nama ilmiah Pterygoplichthys pardalis.

Menurut data dari IPB University, pada Sabtu, 25 April 2026, salah satu jenis ikan sapu-sapu, yakni Pterygoplichthys pardalis, memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat tinggi. Seekor induk betina dapat menghasilkan hingga 19.000 telur dalam satu siklus, dan proses ini dapat terjadi beberapa kali dalam setahun.

Di habitat aslinya di Amazon, populasi ikan ini tetap terkendali berkat predator alami seperti buaya caiman, burung kormoran, serta ikan predator seperti common snook dan tarpon. Namun, di luar wilayah tersebut, ikan sapu-sapu cenderung berkembang tanpa hambatan karena minimnya pemangsa.

Peneliti di Indonesia mulai mencari predator lokal yang dapat menekan populasi ikan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa spesies ikan di Indonesia berpotensi menjadi predator alami bagi ikan sapu-sapu.

“Dari sisi kontrol biologis, pemanfaatan predator alami seperti ikan baung dan betutu dapat membantu mengendalikan populasi, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu berukuran 0,6‑1,0 cm,” ujar Dr. Charles PH Simanjuntak, pakar perikanan dan konservasi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.

Penelitian di Amerika menunjukkan hasil yang berbeda. Burung heron biru di Florida, misalnya, diketahui memangsa ikan sapu-sapu dalam publikasi riset Noah R Bressman dkk di Jurnal Ichthyology & Herpetology Volume 109 Issue 2 tahun 2021.

Di Guatemala, penelitian oleh Calros A Gaitan et. al. dalam jurnal Neotropical Biology and Conservation Volume 13 Issue 3 tahun 2020 meneliti ikan sapu-sapu. Beberapa hewan lokal di Guatemala sudah dapat menjadi predator baru, yaitu burung nasar hitam atau black vulture (Coragyps atratus), burung bare‑throated tiger heron (Tigrisoma mexicanum), dan anjing lokal.

Penelitian predator ikan sapu-sapu juga dilakukan di Sri Lanka oleh Suranjan Karunarathna et. al. Mereka menemukan fakta bahwa biawak air (Varanus salvator) juga memangsa ikan sapu-sapu.

Varanus salvator merupakan biawak yang umum ditemukan di Indonesia. Dengan demikian, kemungkinan biawak di Indonesia juga dapat membantu menekan populasi ikan sapu-sapu.

Meskipun predator asli ikan sapu-sapu di Amazon tidak ada di Tanah Air, upaya menemukan predator lokal di Indonesia menjadi penting. Penelitian lebih lanjut dapat membantu manusia mengendalikan populasi ikan invasif ini.

Orang Indonesia disarankan untuk tidak membuang ikan sapu-sapu ke sungai. Lebih baik ikan tersebut dimatikan atau dikubur, seperti yang dilakukan oleh pihak Pemprov DKI Jakarta.

Secara keseluruhan, keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Indonesia menandai kebutuhan akan strategi pengendalian yang melibatkan pemanfaatan predator alami. Penelitian yang berkelanjutan dapat membuka jalan bagi solusi yang lebih efektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai.

ikan sapu-sapuPterygoplichthys pardalisinvasifpredator alamikontrol populasiVaranus salvator

Komentar

Memuat komentar...