Indonesia-India Sepakat Kerja Sama Rudal BrahMos

Wati N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Indonesia-India Sepakat Kerja Sama Rudal BrahMos

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia dan India sepakat bekerja sama dalam pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos. Kesepakatan ini muncul setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum tahu persis berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli rudal tersebut. Ia berencana meminta penjelasan lebih rinci dari Kementerian Pertahanan. Namun, ia yakin anggaran yang tersedia mencukupi.

"Kan anggaran pertahanan cukup. Saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya. Nanti saya tanyakan Kementerian Pertahanan. Tapi anggaran Kementerian Pertahanan cukup besar. Harusnya sih cukup," kata Purbaya di Jakarta, Rabu, 08 Juli 2026.

Pertemuan Prabowo dan Modi menghasilkan total 16 kesepakatan. Salah satu yang paling menonjol adalah kerja sama rudal BrahMos. Rudal ini dikenal sebagai rudal jelajah supersonik yang bisa diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kapal, pesawat, dan darat.

"Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," ujar Prabowo saat konferensi pers bersama PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 07 Juli 2026.

Selain rudal BrahMos, ada beberapa dokumen kerja sama lain yang diteken di hadapan kedua pemimpin. Salah satunya adalah perpanjangan perjanjian kerangka kerja antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan Indian Space Research Organisation (ISRO). Kerja sama ini mencakup eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.

Total ada 16 dokumen yang diumumkan. Dokumen-dokumen itu mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, hingga teknologi. Berikut rinciannya:

  1. Perpanjangan Framework Agreement antara BRIN dan ISRO tentang kerja sama eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
  2. Perpanjangan protokol Nota Kesepahaman tentang kerja sama keselamatan dan keamanan maritim.
  3. Nota Kesepahaman tentang kerja sama penanggulangan bencana.
  4. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja.
  5. Pengaturan Pelaksanaan (Implementing Arrangement) mengenai kolaborasi tenaga kesehatan.
  6. Letter of Intent (LoI) untuk konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan, Indonesia.
  7. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang telekomunikasi, teknologi, dan layanan.
  8. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang regulasi produk medis.
  9. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pertanian.
  10. Nota Kesepahaman tentang kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu.
  11. Nota Kesepahaman tentang kerja sama penelitian, teknologi, dan inovasi.
  12. Penandatanganan kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos dan Kementerian Pertahanan.
  13. Perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics dan Republic Corp.
  14. Nota Kesepahaman antara Non-Ferrous Materials Technology Development Centre, MIDWEST Ltd., dan PT Perusahaan Mineral Nasional.
  15. Strategic Joint Venture antara Steel Authority of India dan PT Krakatau Steel.
  16. Nota Kesepahaman antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Inteligensia Grahatama.

Dari 16 kesepakatan itu, kerja sama rudal BrahMos menjadi sorotan utama. Rudal ini adalah salah satu sistem pertahanan tercanggih yang dimiliki India. Indonesia belum pernah membeli sistem rudal semacam ini sebelumnya. Keputusan untuk membeli BrahMos menunjukkan pergeseran strategi pertahanan Indonesia ke arah yang lebih ofensif. Anggaran Kementerian Pertahanan yang disebut "cukup besar" oleh Menteri Keuangan menjadi modal utama. Namun, detail harga dan jumlah unit yang akan dibeli masih belum diungkap ke publik.

rudal BrahMoskerja sama Indonesia IndiaPrabowo SubiantoNarendra Modipertahanan militeranggaran pertahanankesepakatan bilateral

Komentar

Memuat komentar...