Iran Peringatkan Media Musuh Pikiran, Perang Berlanjut

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Iran Peringatkan Media Musuh Pikiran, Perang Berlanjut

Gambar atau konten salah?

Pada 24 April 2026, Mojtaba, pemimpin tertinggi Iran, memposting peringatan di X tentang operasi media musuh. Ia menegaskan bahwa perang melawan Amerika Serikat dan Israel belum berakhir. Dalam pesan tersebut, ia menilai bahwa serangan media ini merupakan perang psikologis yang menargetkan pikiran dan jiwa rakyat.

Operasi media musuh, dengan menargetkan pikiran dan jiwa rakyat, dimaksudkan untuk merusak persatuan dan keamanan nasional; semoga kelalaian kita tidak membiarkan niat jahat ini terwujud,” kata Mojtaba. Ia mengunggah kutipan ini pada 23 April melalui X, menegaskan bahwa upaya tersebut harus diwaspadai.

Mojtaba juga memuji persatuan warga Iran. Ia menuturkan, “Karena persatuan yang luar biasa yang tercipta di antara sesama warga negara, telah terjadi keretakan pada musuh,” menekankan bahwa solidaritas dalam negeri menjadi senjata utama melawan musuh.

Peringatan ini muncul setelah tiga cabang pemerintahan Iran—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—merilis pernyataan bersama menolak komentar Presiden Trump mengenai Iran yang terpecah menjadi “kelompok garis keras” dan “kelompok moderat.” Trump bersuara, “Iran sangat kesulitan menentukan siapa pemimpin mereka!”

Ketua parlemen Masoud Pezeshkian, Ketua DPR Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Otoritas Kehakiman Gholam‑Hossein Mohseni Ejei menegaskan bahwa “perpecahan antara kalangan ekstremis dan moderat” di Iran merupakan “provokasi tidak beralasan.”

Perang antara Iran dan aliansi AS‑Israel telah mengalami gencatan senjata yang diumumkan pada 7 April. Pada 21 April, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak. Mahdi Mohammadi, penasihat Ketua Parlemen, menegaskan, “Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa‑apa.”

Gencatan senjata tersebut telah berlangsung dua minggu sebelum perpanjangan. Iran tetap mempertahankan posisi bahwa konflik belum berakhir, menegaskan bahwa perjanjian tersebut tidak mengubah dinamika perang.

Pesan Mojtaba menyoroti pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi serangan psikologis dan menegaskan bahwa konflik dengan AS dan Israel masih berlangsung, sehingga kesadaran akan ancaman media musuh tetap menjadi prioritas.

Mojtabaoperasi media musuhperang psikologispersatuan nasionalgencatan senjataTrumpIranAS-Israel

Komentar

Memuat komentar...