Iran Tegaskan Siap Hadapi Pasukan AS di Selat Hormuz
Gambar atau konten salah?
Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, mengungkapkan keyakinannya bahwa Amerika Serikat tidak akan mengirim pasukan darat ke Iran. Ia menegaskan bahwa serangan darat akan menjadi langkah yang salah bagi AS. “Kami menunggu mereka. Saya rasa mereka tidak akan berani melakukan hal seperti itu. Akan ada banyak kekuatan yang menunggu mereka,” ujarnya dalam wawancara dengan Al‑Jazeera pada Rabu, 01 April 2026.
Araghchi menambahkan bahwa Iran sudah sangat siap menghadapi kemungkinan serangan. “Kami tahu betul bagaimana membela diri. Dalam perang darat, kami bahkan dapat melakukannya dengan lebih baik. Kami sepenuhnya siap untuk menghadapi segala jenis serangan darat. Kami berharap mereka tidak melakukan kesalahan seperti itu,” jelasnya.
Selanjutnya, ia membahas situasi di Selat Hormuz. Araghchi menegaskan bahwa jalur air tersebut berada di perairan teritorial Oman dan Iran, sehingga dapat dikontrol secara strategis. “Hanya untuk kapal-kapal negara-negara yang sedang berperang dengan kami, selat ini ditutup. Itu normal selama perang – kami tidak bisa membiarkan musuh kami menggunakan perairan teritorial kami untuk perdagangan,” kata ia.
Dengan pernyataan ini, Iran menegaskan kesiapan pertahanan dan kontrol atas jalur maritim penting di kawasan. Kesiapan tersebut menandai sikap tegas Iran terhadap potensi ancaman militer dari AS, sekaligus menyoroti pentingnya Selat Hormuz bagi keamanan dan perdagangan regional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
