Istri Reddit Ungkap Sulitnya Atasi Suami Pemilih Makanan
Gambar atau konten salah?
Di sebuah forum daring, seorang wanita bernama u/NY2LA1984 mengungkapkan betapa sulitnya berurusan dengan suaminya yang sangat pemilih makanan. Ia menulis di Reddit bahwa suaminya “sangat pemilih makanan yang pernah saya temui. Saya sudah muak, sudah berjuta-juta kali.”
Menurutnya, suaminya memaksa dia memasak atau menyiapkan hidangan yang rumit. Kadang ia harus keluar membeli makanan karena suaminya menolak apa yang sudah disiapkan. Suami tidak mau minum minuman panas. Ia juga menolak sup kecuali di bulan Desember. Sayuran menjadi hal yang paling ditolak. Yang ia izinkan hanya paprika dan bawang bombai. Sajian seperti salad hanya dimakan tiga kali dalam satu tahun, dan hanya satu jenis salad di restoran tertentu.
Suami juga memiliki kebiasaan aneh dengan quiche. Ia membuat quiche sekali dalam setahun, namun tidak suka dengan tekstur scrambled egg. Ia tidak mengikuti resep, malah mengacaukan segalanya setiap tahun. “Dia (suaminya) membuat quiche sekali dalam setahun tetapi selalu tidak suka dengan tekstur scrambled egg dan tidak mau mengikuti resep, mengacaukan segalanya setiap tahun,” ujarnya.
Untuk makanan Italia, suami menolak kecuali dimasak dengan chianti atau anggur merah. Makanan Meksiko juga tidak dia terima jika tidak ada margarita di dalamnya. Ia menuntut bahwa setiap jus yang diminum harus jus jeruk segar yang diperas oleh dirinya sendiri. Kadang ia tidak makan apa pun. Di waktu lain, ia hanya makan selai kacang atau olahan buah, tetapi tidak disajikan bersama sandwich.
Suami menolak makanan yang tidak ia sukai karena ia tidak kuat dengan aroma tertentu. Pada 27 Maret 2023, seorang netizen melaporkan bahwa suami tidak memperbolehkan istri makan makanan yang tidak ia suka. Alasan yang dikemukakan adalah ketidakmampuannya menahan aroma makanan yang tidak ia sukai.
Reaksi netizen beragam. Beberapa menyarankan agar istri melawan suaminya. Ada yang menganggap pemilihan makanan normal, namun perilaku suami terdengar terlalu mengontrol. Seorang netizen menyarankan dua aturan: pertama, suami harus bertanggung jawab penuh atas makanannya, seperti menyiapkan dan memasak. Kedua, istri boleh makan apa pun yang diinginkan tanpa campur tangan suami.
Netizen tersebut menegaskan, “Ini bukan pilih-pilih makanan. Makanan yang saya benci rasanya tidak enak sepanjang tahun, tidak mungkin rasanya tiba-tiba menjadi lebih enak di bulan Desember atau sekali setahun.”
Kasus ini menunjukkan betapa ekstremnya perilaku pemilihan makanan dapat memengaruhi kehidupan sehari‑hari. Meskipun suami tidak menolak semua jenis makanan, kebijakan yang sangat ketat membuat proses memasak dan makan menjadi rumit. Istri harus menyesuaikan resep, menyiapkan bahan, dan bahkan membeli bahan tambahan setiap kali suami menolak. Ketidakmampuan suami menahan aroma tertentu menambah tekanan pada pasangan.
Situasi ini menyoroti bagaimana kebiasaan makan yang tidak biasa dapat memicu ketegangan dalam hubungan. Ketika satu pasangan menolak hampir semua makanan, pasangan lainnya harus menyesuaikan diri dan sering kali merasa frustrasi. Menemukan kompromi menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
