Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: 1‑9 Mei, Niat & Tanggal
Gambar atau konten salah?
Di bulan Dzulhijjah, umat Islam mengingatkan diri akan hari raya Idul Adha dan berbagai amalan sunnah. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah puasa Dzulhijjah, yang berlangsung sembilan hari pertama bulan tersebut.
Puasa Dzulhijjah dimulai pada hari pertama bulan Dzulhijjah dan berlanjut hingga hari kesembilan. Hadis yang menguatkan amalan ini disampaikan oleh Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR Abu Dawud). Dengan kata lain, puasa ini tidak hanya sunnah, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Berikut adalah jadwal puasa Dzulhijjah 2026 lengkap dengan tanggal Hijri dan Masehi. Pada tahun 2026, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026, dan 9 Dzulhijjah 1447 H pada 26 Mei 2026.
- 1 Dzulhijjah 1447 H – 18 Mei 2026
- 2 Dzulhijjah 1447 H – 19 Mei 2026
- 3 Dzulhijjah 1447 H – 20 Mei 2026
- 4 Dzulhijjah 1447 H – 21 Mei 2026
- 5 Dzulhijjah 1447 H – 22 Mei 2026
- 6 Dzulhijjah 1447 H – 23 Mei 2026
- 7 Dzulhijjah 1447 H – 24 Mei 2026
- 8 Dzulhijjah 1447 H – 25 Mei 2026 (Tarwiyah)
- 9 Dzulhijjah 1447 H – 26 Mei 2026 (Arafah)
Puasa Dzulhijjah terbagi menjadi tiga jenis: puasa pada hari 1–7, puasa Tarwiyah pada hari ke‑delapan, dan puasa Arafah pada hari ke‑sembilan. Setiap jenis puasa memiliki bacaan niat yang berbeda.
Berikut niat puasa untuk setiap periode, diambil dari laman Kementerian Agama dan buku “Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya” karya Khalifa Zain Nasrullah.
1–7 Dzulhijjah (Puasa Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahru dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta'ala.”
8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi Ta'ala.
Artinya: “Saya berniat melakukan puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”
9 Dzulhijjah (Puasa Arafah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: “Aku berniat puasa ‘Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala.”
Waktu membaca niat puasa Dzulhijjah biasanya dilakukan pada malam hari, sebelum terbenam matahari. Namun, karena puasa ini bersifat sunnah, seseorang yang lupa membaca niat pada malam hari masih dapat membaca niat pada siang hari. Niat dapat dibaca sejak pagi hingga sebelum masuk waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Pelaksanaan puasa Dzulhijjah mengikuti tata cara puasa sunnah lainnya: mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selama berpuasa, seorang muslim harus menjaga lisan, pandangan, dan perilaku agar tidak mengurangi pahala puasa.
Berikut tiga keutamaan puasa Dzulhijjah, yang diambil dari laman Nahdlatul Ulama.
- Pelipatan Pahala
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” Hadis ini menegaskan bahwa puasa setiap hari di bulan ini memiliki pahala yang setara dengan puasa satu tahun penuh.
- Penghapusan Dosa
يَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Dosa yang dihapus biasanya dianggap kecil, namun puasa ini tetap memiliki nilai pengampunan yang tinggi.
- Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” Hadis ini menekankan bahwa hari Arafah adalah hari di mana Allah memutuskan nasib orang-orang yang berpuasa.
Dengan mengikuti puasa Dzulhijjah, umat Islam dapat merasakan pahala yang melimpah, menghapus dosa kecil, dan mendapatkan kesempatan untuk dibebaskan dari siksa neraka. Jadwal puasa 2026 ini menjadi panduan bagi siapa saja yang ingin melaksanakan amalan sunnah ini dengan benar.
Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah memiliki makna spiritual yang mendalam. Melalui niat yang tepat, waktu yang sesuai, dan kesadaran akan keutamaan puasa, umat dapat memperkuat hubungan mereka dengan Allah. Dengan memahami jadwal dan tata cara, setiap Muslim dapat melaksanakan puasa ini dengan penuh kesungguhan dan manfaat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rachmat Gobel, Anggota DPR RI, Meninggal Dunia
Doa Rosario Jumat 10 Juli 2026: Renungkan Peristiwa Sedih
10 Juli: Kemerdekaan Bahama, Energi Global, Matariki
10 Juli 2026 Bertepatan dengan 25 Muharram 1448 H
Kesetiaan Diuji Saat Badai, Bukan Saat Nyaman
Aturan Baru MPLS: Name Tag Sederhana, Tak Perlu Atribut Berlebihan
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Tercepat di Latihan Moto3 Jerman
Bisnis Sampah Antariksa Bernilai Rp 144 Triliun
UM Buka Pendaftaran Mandiri Skor UTBK hingga 15 Juli 2026
KITB Genjot Investasi Global di Pameran INNOPROM Rusia
Warga Denpasar Keluhkan Banyak WNA Tinggal di Kos-kosan
Motor Tewas Tabrak Truk Parkir di Sukabumi
7 Jenis Daging Ekstrem yang Dikonsumsi di Berbagai Dunia