Jaga Kebersihan Daging dan Jeroan Selama Idul Adha
Gambar atau konten salah?
Hari Raya Idul Adha biasanya diiringi dengan pembagian daging kurban dalam jumlah banyak. Untuk memudahkan, banyak orang masih mencampur daging dan jeroan dalam satu wadah atau kantong yang sama. Namun, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Jeroan berbeda dengan daging biasa. Bagian seperti usus dan babat berhubungan langsung dengan saluran pencernaan hewan, sehingga lebih mudah terpapar bakteri. Penanganan jeroan harus lebih hati-hati, mulai dari distribusi, pencucian, hingga penyimpanan di rumah.
Drh. Ira Firgorita, Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, menekankan pentingnya memisahkan daging dan jeroan sejak awal distribusi. Ia berkata, “Daging dan jeroan itu dipisah. Bahkan jeroan merah dengan jeroan hijau itu juga perlu dibedakan.”
Jeroan hijau, istilah untuk organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan, seperti usus dan babat, memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi. Karena kontak dengan sisa makanan dan kotoran di dalam tubuh hewan, bakteri dapat menempel pada permukaan jeroan.
Karena itu, drh. Ira menyarankan agar jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat. Rebusan membantu mengurangi bakteri yang masih menempel pada jeroan.
Selain itu, mencampur jeroan dengan daging segar dapat memicu kontaminasi silang. Bakteri dari jeroan dapat berpindah ke daging yang masih bersih bila disimpan dalam wadah yang sama. Jeroan juga menghasilkan cairan yang mudah mencemari bahan makanan lain di sekitarnya.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Advanced Veterinary Research pada tahun 2024 menemukan bahwa kontaminasi bakteri keluarga Enterobacteriaceae lebih banyak ditemukan pada jeroan dibanding daging otot. Bakteri ini termasuk Escherichia coli dan Salmonella, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Cairan dari jeroan dapat memicu kontaminasi silang ketika bersentuhan langsung dengan daging segar, talenan, pisau, maupun wadah penyimpanan. Risiko ini meningkat bila bahan makanan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Oleh karena itu, daging dan jeroan sebaiknya dipisahkan sejak awal, baik saat distribusi, pencucian, maupun penyimpanan di kulkas dan freezer, agar pertumbuhan bakteri dapat ditekan.
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diikuti:
- Pemisahan wadah – gunakan wadah berbeda untuk daging, jeroan merah, dan jeroan hijau.
- Pencucian terpisah – cuci daging dan jeroan secara terpisah, gunakan air bersih dan sabun.
- Rebus jeroan hijau – rebus minimal 10 menit sebelum disajikan.
- Penyimpanan terpisah – simpan daging dan jeroan di tempat berbeda, baik di kulkas maupun freezer.
- Jaga suhu – hindari meninggalkan daging atau jeroan pada suhu ruang lebih dari 2 jam.
Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana ini, risiko kontaminasi bakteri dapat dikurangi. Selama Idul Adha, menjaga kebersihan dan pemisahan daging serta jeroan menjadi kunci untuk menikmati kurban dengan aman dan sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
