Jembatan Rel Prupuk‑Linggapura Rusak, Jalur Dihentikan
Gambar atau konten salah?
Jembatan kereta api yang menghubungkan Prupuk dan Linggapura di Brebes mengalami kerusakan akibat gerusan aliran sungai. PT KAI Daop 5 Purwokerto memutuskan menerapkan sistem buka tutup karena salah satu dari dua jalur tidak dapat dioperasikan.
Manager Humas Daop 5, M. As'ad Habibuddin, mengumumkan bahwa Semboyan 3 diaktifkan pada jalur hulu Jembatan Rel Ganda BH Nomor 1109 antara Prupuk dan Linggapura pada hari 10 April 2026. Ia menjelaskan bahwa semboyan ini berfungsi sebagai sinyal peringatan bahwa jalur di depan tidak aman.
“Setiap kereta diwajibkan berhenti sebelum melintasi lokasi hingga ada instruksi lanjutan dari petugas di lapangan,” ujarnya. Semboyan 3 menandakan bahwa jalur tidak dapat dilalui sampai kondisi aman terjamin.
Kerusakan yang terdeteksi meliputi gangguan pada bagian vital jembatan, mulai dari drempel, pilar, hingga talud. Gerusan air yang meningkat menimbulkan kerusakan serius pada struktur tersebut, sehingga menimbulkan risiko bagi perjalanan kereta api.
“Untuk sementara jalur hulu tidak dapat dilalui. Sementara jalur hilir masih aman dan digunakan secara bergantian untuk operasional kereta,” ujar As'ad pada 10 April 2026. Dengan skema ini, kereta tetap dapat beroperasi, namun harus melewati sistem buka tutup yang dapat menimbulkan antrean dan keterlambatan.
“Sementara diberlakukan buka tutup. Sistem ini tentu menimbulkan antrean dan keterlambatan,” kata As'ad. Ia menambahkan bahwa pemberlakuan Semboyan 3 bersifat sementara dan akan dicabut setelah kondisi dinyatakan aman, termasuk setelah cuaca membaik dan debit air kembali normal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk potensi keterlambatan perjalanan. Namun demikian, keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” ucap dia.
Daop 5 kini melakukan penanganan darurat dengan memasang steel sheet pile untuk memperkuat struktur jembatan yang terdampak. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi debit air. “Kami juga menyiagakan petugas untuk pemantauan intensif,” pungkas As'ad.
Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya pemantauan infrastruktur kereta api, terutama di daerah rawan banjir. Kerusakan akibat aliran sungai memaksa pihak KAI untuk menyesuaikan operasi sementara demi menjaga keselamatan pelaku dan penumpang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
