Jenius Matematika Taizhou, Kini Hidup Sederhana di Desa

Sari D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Jenius Matematika Taizhou, Kini Hidup Sederhana di Desa

Gambar atau konten salah?

Liu Hanqing lahir di keluarga petani miskin di Taizhou. Pada usia awal 60-an, ia sudah dikenal sebagai bocah jenius. Sejak kecil, Liu bisa menghafal teks klasik dan belajar kalkulus secara otodidak pada usia 11 tahun.

Di sekolah dasar dan menengah, Liu selalu menjadi juara pertama di seluruh sekolah. “Saya selalu menjadi juara pertama di seluruh sekolah saat SD dan SMP,” ungkapnya dalam wawancara pada 01 Januari 2017 dengan Sina News.

Usia 16 tahun, Liu diterima di Institut Teknologi Harbin dengan nilai ujian masuk hampir sempurna: 398,5 dari 400. “Nilai ini lebih dari 10 poin di atas standar nilai untuk universitas unggulan,” katanya. Pada tahun itu, 3,33 juta orang mengikuti ujian masuk universitas, namun hanya 280.000 yang diterima. Bagi pelajar pedesaan di awal 1980-an, masuk ke universitas top adalah pencapaian hebat.

Di kampus, Liu menjadi mahasiswa termuda di kelasnya. Dosen menaruh harapan besar padanya. Namun, pada tahun ketiga ia membaca tentang matematikawan Chen Jingrun, yang memecahkan sebagian dari Konjektur Goldbach. Liu terobsesi. Ia mulai mengabaikan kuliah jurusannya dan bertekad melampaui pencapaian Chen.

Ia tidur dua jam sehari dan menghabiskan hampir seluruh waktu di perpustakaan. Universitas mengizinkannya bekerja paruh waktu di departemen matematika, sementara profesor memantau risetnya. Namun, ditemukan kelemahan mendasar dalam logikanya dan metode yang digunakannya tak punya fondasi kuat. “Saat itu, saya tidak peduli semua itu. Saya hanya belajar sendiri dan tidak menghadiri kelas jurusan apa pun,” jelasnya. Akhirnya, ia gagal lulus dan terpaksa meninggalkan universitas. Kepala departemen memberitahu Liu bahwa ia dulu mahasiswa sangat berprestasi di dua tahun pertama, tapi kemudian mengabaikan mata kuliahnya.

Di 01 Januari 1985, saat teman sekelasnya mendapatkan pekerjaan top, Liu kembali ke desanya. Ia tidak mencari pekerjaan, melainkan terus meneliti matematika. Awalnya, orang tua mendukungnya, namun seiring berjalannya waktu, keyakinan itu memudar. Selama tiga dekade berikutnya, Liu hanya menghasilkan satu makalah akademik. Temannya mengunggahnya di media sosial luar negeri. Seorang pemegang gelar PhD matematika asal Finlandia melaporkan bahwa karya itu terlalu banyak kesalahannya sehingga tidak layak menjadi makalah ilmiah.

Menjelang 01 Januari 2007, kesehatan Liu memburuk dan ia tidak lagi sanggup begadang. Pada 01 Januari 2008, sekolah setempat mengundangnya untuk mengajar SD, tapi ia menolak karena kesehatannya. Kini, ia tinggal di rumah tua yang mulai hancur dengan sedikit barang berharga. Beberapa tahun lalu, pihak desa membantunya mengajukan tunjangan. Pada 01 Januari 2017, mantan teman-teman sekelasnya menggalang dana untuk memperbaiki rumahnya, membelikannya ponsel, dan memasang internet.

Kisahnya baru-baru ini kembali viral di media sosial China. Sebagian orang menggambarkannya sebagai pria yang termakan obsesi. Sementara yang lain memandangnya sebagai sosok yang menghabiskan puluhan tahun untuk mengejar ilmu tanpa memedulikan kekayaan ataupun status.

Ketika ditanya apakah ia menganggap dirinya sukses, Liu memberikan jawaban yang tenang. “Apa itu sukses? Apakah memiliki uang dan karier berarti sukses?” ucapnya. “Saya rasa jika Anda pandai dalam matematika, itu bisa disebut sukses. Bagi saya, saya tidak ingin berubah. Saya mungkin tidak memiliki kekayaan materi, tetapi saya memiliki kebebasan batin,” pungkasnya.

Liu Hanqing, yang dulunya dikenal sebagai jenius matematika, kini hidup sederhana di pedesaan. Meskipun tidak memiliki kekayaan materi, ia tetap memegang tekad untuk terus meneliti matematika. Kisahnya mengingatkan bahwa pencapaian tidak selalu diukur dari uang atau status, melainkan dari ketekunan dan kebebasan batin yang diperoleh melalui ilmu pengetahuan.

Liu Hanqingjenius matematikaobsesipedesaankesehatantunjangan desaviral media sosial China

Komentar

Memuat komentar...